Wakil Bupati Marlinus Resmi Tutup Kegiatan Temu KIM yang di Selenggarakan Diskominfo Boven Digoel

0
Pose bersama usai penyerahan sertifikat secara simbolis kepada peserta Kim

Pose bersama usai penyerahan sertifikat secara simbolis kepada peserta Kim

Tanah Merah, PSP – Wakil Bupati Kabupaten Boven Digoel Dr. Marlinus Resmi tutup Temu Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika kabupaten Boven Digoel yang berlangsung di Aula Cendrawasih gereja bunda hati Kudus tanah merah.

Dalam arahannya Wakil bupati Marlinus berujar, Kegiatan KIM bukan hanya acara Tahunan, tetapi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan bahwa keterbukaan informasi publik dari tingkat kampung hingga kabupaten berjalan efektif.

Dikatakan Marlinus, temu KIM yang diselenggarakan dengan tujuan untuk memperkuat kapasitas jurnalistik kampung, kemampuan videografi ‘ konten kreatif, literasi digital masyarakat, jejaring komunikasi antar-kim, serta partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan.

“Kita semua memahami bahwa informasi hari ini adalah kekuatan, informasi yang benar mencerdaskan, bukan informasi yang salah dan merusak. karena itulah, KIM hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga kualitas informasi publik di boven digoel,”tandasnya.

Menurut Wakil Marlinus, KIM adalah mitra strategis pemerintah daerah, bukan pendukung di belakang. Tetapi partner yang berdiri sejajar untuk menghubungkan pemerintah dan masyarakat. Untuk itu diharpkan kepada para peserta temu KIM, agar setelah kembali ke Distrik dan Kampung masing-masing, terapkan ilmu yang di peroleh. Mulai dari membuat konten, menyebarkan informasi pembangunan, mengedukasi masyarakat, dan menjadi penyaring hoaks. Jadilah motor penggerak perubahan. bukan hanya membuat laporan atau mengikuti pelatihan, tetapi menghasilkan karya nyata yang berdampak pada pembangunan di Boven Digoel. “kita ingin boven digoel memiliki ekosistem informasi yang kuat, dan inklusif, untuk itu liputan kegiatan kampung, informasi layanan publik, video kreatif tentang potensi lokal, publikasi program prioritas daerah, ruang aspirasi masyarakat, harus dilakukan sesuai dengan ilmu yang diperoleh,”pungkasnya.[VER-NAL]        

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *