Safanpo dan JGG Tutup Lokakarya Ekspedisi Patriot di Unmus Merauke

0
Penutupan lokakarya tim ekspedisi Patriot kawasan transmigrasi Salor

Penutupan lokakarya tim ekspedisi Patriot kawasan transmigrasi Salor

Merauke, PSP –  Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo bersama tokoh Papua Selatan Johanes Gluba Gebze serta Rektor Universitas Musamus Merauke secara resmi menutup Lokakarya Tim Ekspedisi Patriot Kawasan Transmigrasi Salor di Aula Universitas Musamus (Unmus) Merauke, Selasa (2/12).

Dalam sambutannya, Gubernur Safanpo meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di tingkat provinsi maupun Kabupaten Merauke dapat memanfaatkan secara optimal hasil riset yang dilakukan Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi.

“Kegiatan ini sangat berguna dan bermanfaat bagi pengembangan sumber daya alam kami ke depan. Mudah-mudahan apa yang sudah dihasilkan oleh tim ekspedisi patriot ini akan kami manfaatkan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa rekomendasi hasil riset akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Kementerian Transmigrasi serta OPD terkait. Menurutnya, kolaborasi lintas pemerintah menjadi kunci dalam implementasi rekomendasi tersebut.

“Rekomendasi ini akan kami koordinasikan dengan Kementerian Transmigrasi dan juga dengan masing-masing OPD di tingkat kabupaten,” katanya.

Safanpo juga mengajak seluruh OPD baik provinsi maupun kabupaten untuk berkolaborasi menentukan program yang dapat ditangani kementerian, pemerintah provinsi, maupun Pemerintah Kabupaten Merauke.

Ia berharap hasil riset tersebut dapat mendukung pengembangan wilayah, pembangunan kawasan transmigrasi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua Selatan.

Tahun ini, Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi diikuti enam perguruan tinggi terkemuka Indonesia, yaitu Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Padjadjaran (Unpad). Selama lebih dari tiga bulan, mahasiswa dan dosen dari kampus-kampus tersebut melakukan riset di Papua Selatan bekerja sama dengan Universitas Musamus Merauke.

Sedikitnya 75 peserta ekspedisi terlibat dalam penelitian yang difokuskan di kawasan Salor dan Muting. Mereka menghasilkan berbagai rekomendasi mulai dari evaluasi kawasan transmigrasi hingga rancangan teknologi tepat guna untuk pembangunan kawasan transmigrasi di Papua Selatan. Riset tersebut menekankan pada pengkajian potensi sumber daya alam dan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan untuk mendukung pembangunan wilayah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Papua Selatan. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *