Petani Mulai Persiapan MT 1 Tahun 2026, Serangan Hama Tungro Masih Menjadi Kekhawatiran
Merauke, PSP – Para petani padi di kawasan Merauke sudah mulai melakukan persiapan penanaman padi untuk Musim Tanam (MT) 1 tahun 2026.
Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Merauke, Sukarmin mengatakan beberapa petani di kawasan centra produksi padi sudah mulai melakukan penanaman. Namun dari sebagian kecil petani yang telah tanam, ancaman serius dari penyakit tanaman, Tungro kembali menyerang tanaman. Situasi ini memicu kekhawatiran besar di kalangan petani, mengingat serangan cepat hama ini dapat menyebabkan gagal panen total.
” Sekarang ini muncul lagi seperti 2 tahun yang lalu, yaitu Tungro. Panen MT 3 sekarang ini bagus, tapi Musim Tanam 1 tahun 2026 kebanyakan pada kena Tungro, tanaman merah-merah,” ujar Sukarmin kepada media ini.
Tanaman yang baru ditanam pada MT 1 ini meski baru dilakukan oleh sebagian kecil petani, telah menunjukkan gejala serangan, yaitu tanaman tampak merah-merah. Penyakit ini diketahui menyebar dengan cepat (merembet cepat). Jika sudah terserang, petani meyakini bahwa gagal panen tidak dapat dihindari.
” Kalau sudah terserang itu pasti gagal. Ini merembet cepat, jadi agak mengkhawatirkan para petani,” tambahnya.
Sukarmin juga menuturkan, masalah utama dalam upaya pengendalian hama Tungro di Merauke terletak pada belum adanya penerapan tanam serempak (penanaman bersamaan) oleh para petani. Hingga saat ini, penanaman masih dilakukan berdasarkan kemauan masing-masing individu petani.
Menurutnya, tanam serempak merupakan salah satu solusi untuk memutus rantai hidup dan mempermudah pengendalian hama, termasuk Tungro. ” Yang jadi masalah karena memang di kawasan petani ini belum pernah melakukan tanam serempak. Untuk pengendaliannya sangat mudah kalau sudah tanam serempak. Tapi sekarang ini tanamnya masih masing-masing punya kemauan, sehingga dampak dari Tungro ini agak sulit dikendalikan,” tuturnya. [JON-NAL]
