Perwakilan Forum dan Tim pemekaran Kampung persiapan dari 26 Kampung Geruduk Kantor Bupati Boven Digoel
Bupati Roni saat menerima aspirasi dari perwakilan 25 kampung persiapan
Tanah Merah, PSP – Perwakilan 26 Kampung persiapan yang tergabung dalam Forum dan Tim pemekaran Kampung persiapan geruduk kantor bupati Boven Digoel, kedatangan mereka di sambut langsung oleh Bupati Kabupaten Boven Digoel Rono Omba, didampingi oleh Kabag Tatapem dan Kabag Hukum setda Boven Digoel.
Dihadapan bupati Boven Digoel, perwakilan Forum dan tim pemekaran kampung dari 26 Kampung persiapan Theodorus Rokotkay mengatakan, kedatangan mereka di kantor bupati Boven Digoel untuk meminta kepada pemerintah daerah agar membantu serta mendorong 26 Kampung persiapan menjadi kampung definitif di tahun 2026.
Dikatakan Theodorus, terkait dengan pemekaran 26 kampung persiapan tersebut, perwakilan dari 26 kampung juga sudah melakukan hering bersama dengan pihak DPRK Boven Digoel untuk mendorong pemekaran 26 kampung persiapan menjadi kampung definitif beberapa waktu lalu, sehingga pada kesempatan ini, perwakilan dari 26 kampung mendatangi Pemda Boven Digoel untuk menyampaikan hal yang sama, agar sama-sama mendorong 26 kampung ini menjadi kampung definitif.
“Perjuangan pemekaran 26 kampung ini kami sudah perjuangkan kurang lebih 15 tahun, bahkan ada yang sudah meninggal, sehingga kesempatan ini kami datang ke pemerintah daerah Boven Digoel untuk bersama-sama dengan DPRK Boven Digoel mendorong pemekaran kampung ini, dan kami minta supaya 2026 ini 26 kampung ini sudah menjadi kampung definitif,”ujarnya.
Sementara di hadapan masyarakat Roni Omba mengatakan, terkait aspirasi tersebut akan di terima dan akan ditindak lanjuti, dan pemerintah daerah akan berupaya semaksimal mungkin, agar apa yang menjadi harapan masyarakat bisa teratasi.
Bupati Roni juga bilang, pemerintah akan berupaya, namun kedepan, sebagai aparat kepala kampung dan Distrik kedepan harus tinggal di kampung untuk melayani masyarakat, pasalnya selama ini kepala kampung lebih memilih tinggal di kota dibanding di kampung, hal ini dibuktikan dengan berbagai kunjungan bupati di kampung-kampung kepala kampung tidak ada di tempat tugas, begitupula kepala distrik. “Saya terima aspirasi ini dan saya akan tindaklanjuti, tapi bapak-ibu juga harus berjanji bahwa kedepan kepala kampung harus tinggal di kampung untuk melayani masyarakat, kalau hanya untuk menyampaikan aspirasi ini tidak perlu bawa spanduk, lain kali komunikasi dengan saya, supaya kita bisa duduk bersama untuk bicara dengan terkait persoalan ini,”pungkasnya.[VER-NAL]Â Â
