Tingkatkan Pertumbuhan ekonomi, Dinas Perkebunan Gelar Pelatihan  teknik pemangkasan dan fermentasi kepada petani kakao

0
Para petani kakao saat mengikuti pelatihan

Para petani kakao saat mengikuti pelatihan

Tanah Merah, PSP – Pemerintah Daerah kabupaten Boven Digoel Melalui Dinas Perkebunan Kabupaten Boven Digoel gelar Pelatihan pemangkasan dan fermentasi biji kakao bagi petani kakao di Distrik Arimop, Waropko dan Distrik Ambatkwi Kabupaten Boven Digoel, yang berlangsung di Aula Gereja Katolik St Theresia tanah Merah kemarin.

Staf Ahli bidang ekonomi dan keuangan Setda Boven Digoel Drs.Jeffri Hanny izaak Nirahu, saat membacakan sambutan Bupati Boven Digoel  pada pembukaan kegiatan tersebut mengatakan, pelatihan pemangkasan dan fermentasi biji kakao yang diselenggarakan Dinas Perkebunan sangat penting dilakukan. Karena bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petani kakao, khususnya dalam teknik pemangkasan dan fermentasi biji kakao yang benar, berkelanjutan, dan produktif.

Dikatakan Jefri,  pelatihan tersebut bukan hanya soal memangkas ranting, tetapi tentang pengaturan sirkulasi udara dan cahaya agar tanaman dapat berproduksi optimal. Begitu juga dengan fermentasi, yang merupakan proses penting untuk meningkatkan cita rasa dan mutu biji kakao sebelum dijual.

“Saya ingin memberikan semangat kepada seluruh peserta pelatihan, hari ini kita bukan sekadar belajar teknik, tetapi juga tentang bagaimana kita membangun masa depan pertanian kakao boven digoel yang lebih maju. saya percaya, dengan semangat, kemauan, dan kerja keras, para petani di daerah ini mampu menghasilkan kakao berkualitas tinggi yang dapat membawa kebanggaan bagi kita semua,”ujarnya.

Jefri juga berharap, dalam pelatihan tersebut, dapat melahirkan petani-petani kakao yang lebih terampil, produktif, dan menjadi contoh bagi petani lainnya. Serta saling berbagi pengalaman dan tantangan yang dihadapi di lapangan sehingga solusi yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kondisi daerah kabupaten boven digoel. “Saya berharap setelah mengikuti pelatihan ini, seluruh peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh secara konsisten di lapangan. jangan sampai berhenti pada teori, tetapi wujudkan langsung dalam praktik sehari-hari,”pungkasnya.[VER-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *