Telkom Siapkan Jalur Optik Pasela II Antisipasi Jika Jaringan Putus Lagi, Tapi Selesai Tahun 2028

0
Pertemuan pemerintah Provinsi Papua Selatan dengan pihak Telkom di Gedung Negara.

Pertemuan pemerintah Provinsi Papua Selatan dengan pihak Telkom di Gedung Negara.

Merauke, PSP — Executive Vice President (EVP) Telkom Regional 5, Amin Soebagyo, menegaskan bahwa kerusakan jaringan telekomunikasi di wilayah Merauke, Provinsi Papua Selatan, disebabkan oleh faktor eksternal, terutama aktivitas kapal di perairan sekitar.

“Ini 50 persen karena aktivitas kapal, terkena jangkar. Selain itu juga ada faktor alam,” ujar Amin saat pertemuan dengan Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo di Gedung Negara, Senin (13/10).

Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, Telkom berencana membangun jalur kabel optik Papua Selatan II (Pasela II). Jalur ini akan menjadi rute cadangan apabila kabel laut utama antara Timika dan Merauke kembali mengalami gangguan.

“Pasela II ini akan menjadi back up. Jika kabel laut antara Timika dan Merauke putus, maka masih ada alternatif jalur. Namun pembangunan Pasela II baru akan selesai pada Juni 2028,” jelas Amin.

Sementara itu, jalur Papua Selatan I saat ini mencakup ruas Merauke – Timika dan Merauke – Tual.

Selain rencana jangka panjang tersebut, Telkom juga telah menyiapkan langkah jangka menengah.

Salah satunya adalah menjalin kerja sama dengan Palapa Ring untuk meningkatkan kapasitas radio dari Kabupaten Mappi ke Tanah Merah.

Selain itu, Telkom juga akan membangun Content Delivery Network (CDN) guna mempercepat distribusi data dan meningkatkan kualitas layanan digital.

Di tempat yang sama, Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo menyatakan dukungannya atas langkah-langkah strategis Telkom dalam memperbaiki kualitas jaringan di daerah tersebut.

“Setelah mendengar paparan dari pihak Telkom, terutama terkait rencana pembangunan Pasela II dan pembangunan stasiun bumi, kami berharap hal ini bisa segera terealisasi agar kualitas internet di Provinsi Papua Selatan bisa semakin baik,” kata Apolo. Saat ini, konektivitas digital menjadi kebutuhan vital di Papua Selatan, terutama dalam mendukung layanan publik, pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi lokal. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *