Sekolah Rakyat di Merauke Direncanakan Mulai Beroperasi Oktober 2025
Wabup Fauzun saat meninjau ruang kelas untuk Sekolah Rakyat di SMKN 2 Merauke
Merauke, PSP – Wakil Bupati Merauke Fauzun Nihayah mengemukakan bahwa operasional sekolah rakyat di Kabupaten Merauke akan dimulai pada Oktober 2025.
Untuk sementara, sekolah rakyat akan meminjam pakaikan beberapa ruang kelas di SMK Negeri 2 Pariwisata Merauke yang saat ini masih dalam tahap rehab dengan menggunakan APBN program Kementrian Sosial.
” Kita sudah seleksi, yang terdaftar ada 100 anak, 50 untuk SD dan 50 SMP,” terang Fauzun, Selasa, (22/9).
Sekolah rakyat ini berpola asrama sehingga seluruh siswa akan terus didampingi baik kedisiplinan, kebersihan, iman, moral dan ketekunan dalam belajar.
Bahkan mereka digembleng oleh Kepala sekolah dan guru-guru terbaik yang sudah melewati tahap seleksi yang dilakukan oleh kementrian.
Kendati demikian, urusan pinjam pakai ruangan di SMK Negeri 2 ini tidak berlangsung mulus. Sebagian guru sedikit keberatan karena bebrapa ruangan yang masih efektif digunakan untuk praktik dan proses belajar mengajar justru dialihkan untuk digunakan sekolah rakyat.
Untuk itu, para guru minta supaya jangan sampai pinjam pakai ruangan ini membuat aktivitas para siswa kejuruan menjadi tidak leluasa.
Menyikapi keberatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke, Romanus Kahol sudah mengadakan pertemuan dengan Kepala sekolah serta guru SMK Negeri 2 tersebut.
Ia menyampaikan kalau pinjam pakai hanya berlangsung sementara waktu sembari menunggu pembangunan gedung sekolah rakyat di daerah Mopah Lama dekat Stadion Katalpal rampung. Setelah itu, seluruh siswa dan aktivitas sekolah akan dipindahkan ke gedung yang baru. Lanjut kata Romanus, sekolah rakyat ini merupakan program pusat yang wajib dijalankan daerah. Untuk itu ia meminta pengertian bapak dan ibu guru agar sebisa mungkin dapat memaksimalkan ruangan yang ada supaya seluruh aktivitas sekolah maupun praktik kejuruan tetap dapat berjalan.[JON-NAL]
