Usai Sidak Dapur MBG, Polres bersama Dinas Kesehatan Boven Digoel Hentikan Sementara Program MBG
Kapolres Boven Digoel saat sidak di dapur mandiri MBG di posko BGN Distrik mandobo
Tanah Merah, PSP – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Boven Digoel, dihentikan sementara. Penghentian sementara dilakukan usai sidak yang dilakukan oleh Polres Boven Digoel bersama Dinas Kesehatan Boven Digoel di dapur pengolahan MBG di Jalan Arimop Distrik Mandobo, Senin, 22/9. Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana Putra, SH, SIK, MM, CPHR turun langsung melakukan sidak bersama Dinas kesehatan dan menilai dapur yang dikelola Badan Gizi Nasional (BGN) di Distrik Mandobo tidak sesuai SOP.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Distrik Mandobo Kabupaten Boven Digoel Andi Alfian Rifaldi saat dikonfirmasi media ini membenarkan bahwa, untuk program MBG khususnya di Distrik Mandobo memang dihentikan sementara. Dengan penghentian itu ia merasa heran, pasalnya Program MBG yang dicanangkan langsung dari pusat seolah diperhambat, sedangkan, dapur Mandiri yang dikelola oleh BGN dinilai sudah sesuai dengan prosedur.
Andi juga merasa kecewa atas tindakan Kapolres bersama dinas kesehatan yang di nilai masuk dapur sesuka hati, padahal dari BGN sudah menginstruksikan bahwa instansi siapapun yang melakukan kunjungan dapur harus menyurat ke BGN terlebih dahulu.
Lebih lanjut Andi menceritakan bahwa, dalam sidak tersebut, Kapolres mengatakan bahwa untuk sementara Dapur ini dihentikan sementara, karena tidak sesuai dengan prosedur, sambil menunggu arahan dari Dinas Kesehatan. Namun menurut Andi ada hal yang ganjal, pasalnya Dapur Mandiri tidak bisa di intervensi oleh siapapun, selain dari BGN. berbeda halnya dengan Dapur Khusus 3T.
Menurut Andi, Dapur yang dikelola oleh BGN di tanah merah ini merupakan Dapur Mandiri, sehingga yang menilai layak atau tidak itu merupakan keputusan dari BGN, berbeda halnya dengan Dapur Kusus 3T.
“Jadi kalau dapur mandiri ini semua prosedurnya langsung dari pusat, kalau untuk koordinasi tetap kita lakukan, dan itu juga kami sudah lakukan, saya mau menjelaskan tapi tidak diberikan kesempatan untuk berbicara,”ujarnya dengan kesal.
Dijelaskan Andi, Dapur Mandiri tersebut tidak ada keterlibatan dari Pemda, karena berkaitan langsung dengan BGN. Termasuk survei kelayakan dapur tersebut. Serta verifikasi bahwa dapur layak atau tidak kalau memang tidak layak dari pusat tentu dapur ini akan diberhentikan operasionalnya. “Kalau sesuai prosedur, sudah sangat sesuai prosedur, saya juga tidak paham dengan alasan mereka bahwa dapur ini tidak sesuai SOP jadi, Makanya besok ini dari kepala regional Papua Selatan ke sini untuk melakukan kordinasi agar MBG ini bisa berjalan,”ungkapnya.[VER-NAL]
