16 Kepala Kampung ikut Bimtek peningkatan kapasitas kelembagaan, Lembaga Masyarakat Adat Kampung

0
Foto bersama usai pembukaan bimtek di aula Gereja Rehobot tanah merah

Foto bersama usai pembukaan bimtek di aula Gereja Rehobot tanah merah

Tanah Merah, PSP – Dinas Administrasi Kependudukan Pencatatan Sipil Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua Selatan Gandeng Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung Boven Digoel gelar, bimbingan teknis peningkatan kapasitas kelembagaan, Lembaga Masyarakat Adat Kampung, bimbingan teknis tersebut melibatkan 18 Kepala Kampung dari 6 Distrik sekabupaten Boven Digoel, terdiri dari Kepala Kampung, Ketua Lembaga Masyarakat adat dan Sekretaris Lembaga Masyarakat Adat, yang berlangsung selama tiga hari di aula Gereja Rehobot tanah merah kemarin.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Setda Boven Digoel Jefri Nirahua saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, Lembaga Masyarakat Adat (LMA) memiliki peran penting, dalam kehidupan masyarakat papua  khususnya di kabupaten Boven Digoel. Lembaga adat bukan hanya simbol budaya, tetapi juga merupakan wadah pengambilan keputusan, penyelesaian sengketa, serta penjaga kearifan lokal dan warisan leluhur yang harus di lestarikan. oleh karena itu, pemerintah kabupaten boven digoel sangat mendukung upaya penguatan kapasitas tersebut.

Diharapkan kepala seluruh peserta yang mengikuti  bimbingan teknis ini,  pengurus lembaga masyarakat adat di tingkat kampung dapat memahami tugas, fungsi, dan  perannya secara lebih baik. Terjalin sinergi antara pemerintah kampung  dan lembaga adat, sehingga pembangunan  kampung dapat berjalan sejalan dengan nilai-nilai budaya lokal. Dan tercipta data kelembagaan adat dan marga/suku yang rapi, sehingga dapat menjadi dasar pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat di kabupaten Boven Digoel.

Jefri juga menekankan kepada seluruh kepala kampung yang ada, bahwa pembangunan di kabupaten boven digoel tidak boleh lepas dari akar budaya dan identitas masyarakat adat. Dengan demikian, bimbingan teknis yang di selenggarakan bukan sekedar kegiatan formalitas, tetapi sebuah langkah nyata untuk memperkuat keberadaan dan peran lembaga adat dalam mendukung terwujudnya kampung maju, mandiri, dan berdaulat. “Selaku pemerintah daerah sangat mendukung kegiatan bimbingan teknis ini, semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi kita semua, harapan kami, melalui Bimtek ini, pengurus lembaga adat semakin mampu menjalankan perannya dalam mendukung pembangunan di kampung,”tutupnya.[VER-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *