Wapres Gibran Enggan Berkomentar Soal Pelaksanaan Program MBG di Wilayah 3T Papua
Wapres Gibran saat berada di salah satu ruangan SMP Negeri Gudang Arang mengecek MBG.
Merauke, PSP — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka memilih irit bicara saat ditanya wartawan terkait pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), khususnya di Papua.
Ditanya usai meninjau pelaksanaan program MBG di SMP Negeri Gudang Arang, Merauke, Selasa (17/9), Wapres Gibran hanya menjawab singkat.
” Nanti ya,” katanya tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut sebelum meninggalkan lokasi.
Kunjungan ini dilakukan usai lawatan resmi Wapres ke Papua Nugini (PNG). Gibran tiba di SMP Negeri Gudang Arang sekitar pukul 11.00 WIT untuk meninjau langsung pelaksanaan MBG di satu sekolah itu.
Kepala SMP Negeri Gudang Arang, Paskalis Rettob, mengatakan program MBG di sekolahnya baru mulai berjalan sejak 5 Agustus 2025.
” Kami MoU baru di tanggal 5 Agustus 2025 lalu. Sampai sekarang MBG direalisasikan di sini sejak tanggal itu. Sebelumnya belum pernah ada,” ujarnya.
Rettob menyebutkan, saat ini sekolah memiliki 202 murid, terdiri dari 186 murid Orang Asli Papua (OAP) dan 16 murid non-OAP.
” Anak-anak di sekolah kami banyak yang tidak makan kalau mau pergi sekolah,” lanjutnya.
Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan gizi anak sekolah, di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun, pelaksanaannya di lapangan masih menyisakan sejumlah pertanyaan, termasuk soal jangkauan dan efektivitas program di daerah-daerah terpencil. [ERS-NAL]
