Dr. Ulmi Wakili Gubernur Safanpo di Forum Sinkronisasi RPJMD Kabupaten Merauke 2025–2029

0
Dr. Ulmi Listyaningsih Wayeni, mewakili Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo dalam kegiatan Forum Sinkronisasi RPJMD Kabupaten Merauke 2025–2029

Dr. Ulmi Listyaningsih Wayeni, mewakili Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo dalam kegiatan Forum Sinkronisasi RPJMD Kabupaten Merauke 2025–2029

Merauke, PSP – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperida) Papua Selatan, Dr. Ulmi Listyaningsih Wayeni, mewakili Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo dalam kegiatan Forum Sinkronisasi RPJMD Kabupaten Merauke 2025–2029 dengan dokumen perencanaan pembangunan nasional, di Auditorium Kantor Bupati Merauke, Jumat (29/8).

Dalam sambutannya, Ulmi menekankan pentingnya penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang benar-benar mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat, khususnya di sektor kemiskinan, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi kerakyatan.

“Forum ini sangat bermanfaat karena kita menyinkronkan dokumen RPJMD dengan RPJMN. Ini bukan sekadar formalitas, tapi langkah strategis,” ujarnya.

Ulmi menjelaskan, RPJMD merupakan dokumen perencanaan pembangunan lima tahunan yang menjadi penjabaran visi dan misi kepala daerah terpilih, sedangkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) adalah pedoman pembangunan nasional.

Ia menambahkan, sinkronisasi ini penting untuk menciptakan harmonisasi dan integrasi antara kebijakan pusat dan daerah, sehingga pembangunan di Papua Selatan, khususnya Kabupaten Merauke, dapat berjalan selaras dengan prioritas nasional.

“Merauke adalah wilayah strategis sekaligus pintu gerbang Indonesia di kawasan timur. Perencanaannya harus benar-benar menjawab kebutuhan lokal, tapi tetap sejalan dengan arah pembangunan nasional,” tegasnya.

Ulmi merinci lima sektor prioritas pembangunan Merauke yang perlu diperhatikan dalam penyusunan RPJMD, yaitu: 1.                Penguatan ketahanan pangan nasional melalui pertanian berkelanjutan. 2.          Peningkatan infrastruktur dasar untuk mendukung konektivitas antardaerah. 3. Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) agar hasil pembangunan dirasakan langsung oleh masyarakat. 4. Pelestarian lingkungan hidup dan sumber daya alam secara berkelanjutan, mengingat ekosistem Merauke yang unik dan kaya. 5.   Penguatan tata kelola pemerintahan daerah yang transparan, akuntabel, dan berbasis data.

Ia menegaskan, sinkronisasi ini juga memastikan efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran pembangunan, sehingga setiap rupiah benar-benar tepat sasaran. Dalam penyusunan RPJMD, lanjut Ulmi, perlu merujuk pada indikator-indikator strategis dalam rencana strategis (Renstra) untuk menjawab tujuan, sasaran, dan program prioritas pembangunan lima tahun ke depan. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *