Kepsek SD Inpres Tanah Miring 8: Dana MBG Lebih Baik Diberikan Langsung ke Orang Tua
Merauke, PSP – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat belum juga menyentuh SD Inpres Tanah Miring 8, Kabupaten Merauke. Sampai saat ini, pihak sekolah mengaku belum menerima informasi atau kunjungan apapun terkait pendataan program itu.
“Belum ada satu pun pendataan dari panitia MBG yang datang ke sekolah. Sampai sekarang kami masih menunggu,” ujar Kepsek SD Inpres Tanah Miring 8, Wiyoto, S.Pd., saat dihubungi, Selasa (08/07).
Sekolah yang berlokasi di kawasan transmigrasi ini memiliki sekitar 195 siswa. Meski mayoritas orang tua dinilai sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi anak-anak mereka, Wiyoto bilang masih ada sebagian siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu dan sangat membutuhkan dukungan program MBG.
“Memang banyak orang tua di sini sudah mampu, tapi tetap ada siswa yang gizinya belum terpenuhi,” tuturnya.
Wiyoto menilai kehadiran program MBG bisa memberikan dampak positif bagi siswa dari keluarga rentan, terutama dalam memastikan mereka mendapat asupan gizi yang memadai selama berada di sekolah. Ia mengusulkan agar mekanisme pelaksanaan MBG bisa dikaji ulang agar lebih efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Menurut saya, akan lebih baik jika anggarannya disalurkan langsung dalam bentuk tunai kepada orang tua murid,” ujarnya.
Dengan skema itu, lanjutnya, orang tua bisa lebih leluasa menyesuaikan pembelanjaan kebutuhan gizi anak-anak mereka berdasarkan kondisi masing-masing.
Meski begitu, ia tetap mendukung agar program MBG dapat segera direalisasikan, mengingat ini merupakan kebijakan nasional yang bertujuan baik. “Kami tetap berharap program ini berjalan. Tapi pelaksanaannya semoga bisa lebih tepat sasaran dan memperhatikan kondisi nyata dilapangan,” pungkasnya.[CR1-NAL]
