Jelang Pengumuman CPNS, Demo Kembali Terjadi, Massa Bawa Dua Gambar Pejabat yang Dicoret
Dua foto pejabat di Papua Selatan yang digotong pendemo
Merauke, PSP – Menjelang rencana pengumunan hasil seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi tahun 2024, sekelompok masyarakat kembali melakukan demo, dengan sasaran kantor Dewan Perwakilan Rakyat Papua Selatan, Senin (30/6/2025). Ini merupakan demo yang keempat kalinya, mempertanyakan terkait pelaksanaan hingga hasil CPNS 2024.
Ratusan manusia yang tergabung dalam solodaritas pemuda dan masyarakat korban nasip dan masa depan papua selatan meminta agar Pemerintah Provinsi Papua Selatan dalam hal ini Gubernur, Wakil Gubernur, Kepala BKPSDM, Ketua MRP dan DPR Papua Selatan segera membentuk panitia khusus (Pansus). Pansus ini melibatkan solidaritas pemuda dan masyarakat pribumi Papua Selatan yang terdiri dari Merauke, Asmat, Mappi dan Boven Digoel untuk seleksi ulang hasil tes CPNS formasi 2024 dan mengawal kuota 80 persen pribumi papua Selatan.
Lewat spanduk-spanduk yang dibawa, mereka juga meminta meminta Gubernur, Apolo Safanpo untuk membatalkan pengumuman dan penyerahan SK CPNS Formasi 2024 yang akan diumumkan 1 Juli 2025 hari ini. Mereka juga memampang foto dua pejabat di Papua Selatan yang diberi tanda kali. Sebelum bertolak ke kantor wakil rakyat, massa mengawali orasinya di Taman Libra.

Saat berorasi, salah satu pendemo, Fidelis Cambu mengatakan dari hasil pertemuan yang sudah dilakukan sebelumnya dinilai belum membuahkan hasil, keberpihakan kepada mereka. Atas ketidakpuasan itu, mereka pun melakukan demo hingga berjilid-jilid. Bahkan sempat
Fidelis mengaku massa sengaja membawa dua foto pejabat iru, karena dinilai tidak berpihak. Dengan demikian, mereka terus meminta agar pemerintah membatalkan hasil CPNS yang dimaksud. Pendemo merasa, proses seleksi yang berlangsung sebelumnya disinyalir ada permainan. Mereka mengaku menemukan dugaan kecurangan-kecurangan.
“Kita harus tuntut apa yang menjadi hak kita. Betul kah tidak?”, kata Fidelis yang dibalas massa ‘setuju’.
Hal serupa juga disampaikan koordinator aksi, Sisilia Awom. Kembalinya massa turun demo tak lain untuk memperjuangkan apa yang menjadi hak-hak sebagai anak OAP Papua Selatan, pemilik negeri.
“Kita minta pemerintah untuk membatalkan pengumuman dan penyerahan SK CPNS Formasi 2024”, katanya. Pantauan media ini, dari Taman Libra massa melakukan longmarch menuju Jalan Brawijaya melewati Laboratorium BKPSDM dengan berjalan kaki. Dari sana melanjutkan perjalanan ke Jalan Raya Mandala kemudian melanjutkan berdemo ke kantor DPR Papua Selatan.[FHS-NAL]
