Aliansi Mahasiswa Salurkan Bama di Jayawijaya, Warga Menangis Haru

0
Aliansi mahasiswa salurkan bama di Jayawijaya

Aliansi mahasiswa salurkan bama di Jayawijaya

Merauke, PSP – Aliansi Mahasiswa Peduli Musibah Banjir di Kabupaten Jayawijaya menyalurkan bantuan bahan makanan (bama), pakaian layak pakai, sabun, dan buku bacaan kepada warga terdampak banjir, Jumat (27/6) hingga Sabtu (28/6). Bantuan ini disambut dengan penuh antusias oleh masyarakat. Bahkan, tak sedikit warga yang meneteskan air mata saat menerima langsung bantuan tersebut.

Ketua BEM Universitas Musamus, Yoram Oagay yang juga bertindak sebagai juru bicara aliansi menjelaskan, pendistribusian dilakukan oleh empat orang perwakilan mahasiswa dari Merauke. Keempatnya merupakan bagian dari aliansi mahasiswa yang terdiri atas unsur BEM Unmus, GMKI, serta OKP basis Papua Pegunungan dan Papua Tengah.

“Tim kami terdiri dari empat orang, Apu Yanengga sebagai koordinator lapangan, saya sendiri sebagai juru bicara, lalu ada Ruslan Kogoya sebagai sekretaris, dan Emince Gombo sebagai bendahara,” ujar Yoram saat ditemui Papua Selatan Pos, Sabtu (28/6).

Yoram menjelaskan, dari total 41 distrik yang terdata, sebanyak 24 distrik diketahui terdampak banjir. Namun, hanya 11 distrik yang merespons cepat dan bisa dijangkau dalam pendistribusian tahap pertama ini.

“Bantuan yang kami bawa antara lain 1 ton beras dalam 20 karung, pakaian layak pakai, sabun, buku bacaan, dan beberapa kebutuhan lainnya. Semua itu kami kumpulkan di Merauke sebelum dibawa ke Jayawijaya,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, pihaknya sempat menghadapi sejumlah kendala saat hendak memberangkatkan bantuan dari Merauke. Salah satunya adalah permohonan bantuan angkutan udara yang tidak mendapat tanggapan dari pihak terkait.

“Kami sudah ajukan permohonan secara resmi ke Pemerintah Provinsi Papua Selatan dan TNI AU di Lanud Dimara Merauke untuk bantu pesawat Hercules, tapi sampai terakhir tidak ada memo atau disposisi yang kami terima,” jelasnya.

Meski begitu, lanjut Yoram, itu tidak menyurutkan semangat tim untuk tetap membawa bantuan langsung ke lokasi terdampak. Bahkan, ia mengaku terharu dengan sambutan warga yang begitu menyentuh hati.

“Saat kami sampai dan serahkan bantuan, ada mama-mama yang langsung peluk kami sambil menangis. Mereka bilang tidak menyangka ada anak-anak muda datang dari jauh hanya untuk bantu mereka,” katanya.

Setelah menyelesaikan misi kemanusiaan ini, tim aliansi akan kembali ke Merauke untuk melakukan evaluasi dan diskusi terbuka terkait situasi pasca banjir di Jayawijaya. Selain itu, mereka berharap ada perhatian lebih dari pemerintah dan semua pihak terkait terhadap musibah banjir ini. “Kami ingin ini jadi evaluasi bersama. Jangan ada lagi penebangan liar di pinggiran sungai. Mari kita jaga lingkungan dan mulai lebih disiplin soal buang sampah,” tegasnya.[CR1-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *