Hingga Saat Ini, Bulog Merauke Telah Serap Sekitar 15 Ribu Ton Beras Petani
Karennu, SE
Merauke, PSP – Hingga bulan Juni ini, Perum Bulog cabang Merauke terus melakukan penyerapan beras petani Merauke. Pimpinan Cabang (Pinca) Perum Bulog Merauke, Karennu mengatakan hingga saat ini realisasi penyerapan beras petani di Merauke sudah mencapai 15.000 ton. Sementara untuk gabah pihaknya telah menyerap sebanyak 67 Ton gabah.
“ Untuk penyerapan sampai hari ini di bulan Juni ini menjelang MT 2 kita sudah menyerap sekitar 15 ribu Ton beras dari petani local yang di titik-titik sentral baik di gudang Kurik, Tanah Miring dan Maro. Untuk realisasi per hari ini sudah 67 Ton gabah, jadi kalau untuk Gabah kita baru mencapai 56 persen,” jelasnya kepada wartawan di kantor Bupati, Selasa (24/6).
Karennu juga mengungkapkan sesuai dengan Keputusan Bapanas Nomor 2 Tahun 2025 bahwa Harga Pembelian Pemerintah (HPP) beras petani di pintu gudang Bulog itu Rp.12 Ribu/kilo dan untuk gabah Rp. 6.500/kilo di tingkat petani.
Lebih lanjut, dirinya menuturkan per hari ini (kemarin, Red) stok di gudang Bulog ada 10.000 Ton beras itu sudah mencakup di gudang Boven Digoel. Sebelumnya, pihaknya juga telah melakukan move beras ke beberapa daerah untuk mempersiapkan space gudang menjelang musim panen di MT 2 ini.
“ Jadi untuk saat ini dengan stok yang ada kita juga sudah mengirim ke 5 wilayah di luar kabupaten Merauke seperti Sorong, Timika, FakFak, Biak dan Manokwari kita sudah kirim beras sebanyak 10.500 Ton,” jelasnya.
Selain itu juga untuk penyaluran beras ASN di beberapa wilayah juga telah dilakukan sehingga space gudang Bulog untuk melakukan penyerapan masih aman. “ Gudang aman karena dari Kementerian Keuangan sudah menetapkan transporter untuk pemuatan beras ASN untuk tahun 2025 ini MoU ditandatangani 14 Mei, setelah 14 Mei itu sudah kita salurkan rata-rata penyaluran beras ASN dari Januari sampai dengan Juni sudah kita salurkan seperti Boven Digoel, Nduga juga masih dalam tahap. Jadi ini cukup membantu dalam hal space kita dalam penyerapan beras di tingkat petani,” pungkasnya.[JON-NAL]
