Begini Situasi di Kota Wamena Pasca Kerusuhan yang Menelan Korban Jiwa
Merauke, PSP – Situasi Kabupaten Jayawijaya pasca pembakaran dan pengerusakan beberapa fasilitas umum yang dilakukan oleh masyarakat saat ini relatif aman dan kondusif. Situasi di Kabupaten Jayawijaya berangsur pulih dan dapat dikendalika. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom, kemarin.
Kabi Humas menyebut saat kejadian aparat gabungan TNI/Polri melakukan negosiasi agar isu penculikan dapat diselesaikan dengan baik. Hanya saja, Kapolres bersama anggota yang berada di lokasi diserang menggunakan batu dan panah, sehingga anggota mengeluarkan tembakan peringatan dengan harapan massa tidak melakukan aksi penyerangan terhadap anggota.
“Massa yang semakin anarkis tersebut tidak mau mendengar himbauan aparat dan tidak mau membubarkan diri saat diberi tembakan peringatan bahkan menyerang Aparat dengan panah,” bebernya.
Akibat kerusuhan tersebut terdapat korban meninggal dunia sebanyak 10 orang. Dimana 2 orang diduga mengalami penganiayaan berat diakibatkan oleh anak panah dan senjata tajam, sedangkan korban luka-luka sebanyak 23 orang. 9 diantaranya sudah kembali kerumah masing-masing dan untuk korban luka-luka dari aparat ada 18 orang, antara lain 16 orang terkena lemparan batu dan dua orang terkena panah, satu perwira Polisi dan satu dari TNI.
“Hingga saat ini Aparat keamanan masih siaga mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan membahayakan masyarakat di Wamena dan Forkompimda saat ini sedang melakukan pertemuan untuk membahas penanganan akibat kejadian tersebut,” tutur Kombes Benny.
Untuk itu, semua pihak diimbau untuk menahan diri dan mematuhi aturan hukum yang berlaku. Sebab, Polres Jayawijaya akan menindak tegas siapa saja yang bertanggung jawab terjadinya kerusuhan yang mengakibatkan jatuhnya korban.
Sementara Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D. Fakhiri, S.I. menjelaskan bahwa kedepannya akan mengambil langkah-langkah cepat untuk menangani kejadian tersebut.
“Saya juga sudah berpesan kepada anggota untuk lebih soft dalam menghadapi masyarakat yang mungkin lagi marah,” ucap Kapolda Papua. Ke depan kata akpolda, hal ini akan menjadi perhatian serius. Karena tidak boleh ada lagi yang memanfaatkan kejadian atau isu-isu yang tidak berdasar untuk melakukan kejahatan lain.[FHS-NAL]
