Pertamina Sebut Kelangkaan Mitan Disebabkan Efek Panic Buying

0
psp

Merauke, PSP – PT Pertamina terus melakukan pengawasan terhadap penyaluran minyak tanah di kabupaten Merauke, salah satu yang dilakukan yaitu dengan melakukan survei bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) kabupaten Merauke ke pangkalan minyak tanah untuk melihat proses penyaluran mintak tanah kepada masyarakat.

“ Kita sudah melakukan survei langsung ke lapangan dengan Disperindag dan kita didapati di lapangan beberapa penyalurannya normal,” kata Sales Branch Manager Rayon III PT Pertamina, Anwar Hidayat kepada wartawan belum lama ini.

Dirinya melihat bahwa ada indikasi oknum masyarakat yang melakukan penimbunan minyak tanah di kabupaten Merauke yang menyebabkan kelangkaan di kalangan masyarakat.

“ Maka dari itu disini kemungkinan ada beberapa oknum masyarakat yang memang sengaja melakukan penimbunan atau mungkin warung atau pedagang kedua setelah pangkalan kita yang dia menimbun dan itu menimbulkan efek panic buying,” jelasnya.

Dirinya melihat bahwa efek panic buying yang terjadi menyebabkan orang berbondong-bondong pengennya ngetap-ngetap semua yang akhirnya jadi penimbun.

Sementara itu disinggung terkait kouta Minyak Tanah yang disalurkan di kabupaten Merauke, PT Pertamina mengikuti Surat Keputusan (SK) dari SKK Migas yang mana kuota Minyak Tanah di Merauke tidak mengalami pengurangan.

“ Kalau dari kami tidak ada pengurangan sama sekali untuk minyak tanah ini, mulai tahun kemarin sampai tahun ini masih sama tidak ada pengurangan, penambahan kemarin ada tapi tidak terlalu banyak dan kami untuk penambahan pun menyesuaikan SK Kuota BPH Migas jadi kita gak bisa asal melakukan penambahan,” ungkapnya. Untuk itu dirinya menghimbau kepada masyarakat agar tidak panic buying dan menimbun minyak tanah apalagi sampai menjual minyak tanah diatas harga yang telah ditentukan.[JON-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *