Ini Program KLHK Lestarikan Ekosistem Gambut di Merauke
Bupati Merauke bersama anggota Komisi IV DPR RI H.Sulaeman L Hamzah membuka secara resmi sosialisasi Program Desa Mandiri Peduli Gambut. Foto: PSP/FHS
Merauke, PSP – Anggota Komisi IV DPR RI bekerjasama dengan Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar Sosialisasi Program Desa Mandiri Peduli Gambut di hotel Halogen Merauke, Rabu (7/12).
Mewakili Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Rizal Subekti mengatakan program desa mandiri peduli gambut sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tahun 2020-2024. Hal ini bertujuan mengubah pemahaman perilaku sehingga masyarakat yang tinggal di sekitar gambut bisa berdaya secara sosial ekonomi sehingga mampu mencegah dan melestarikan ekosistem gambut yang ada.
Program ini dilaksanakan di 60 desa dari sabang sampai Merauke. Di Merauke sendiri berlokasi di Kampung Sermayam Indah, Distrik Tanah Miring, Kampung Kartini dan Kampung Jagebob Raya, Distrik Jagebob.
“Kegiatan ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan Fakultas Pertanian Unmus dalam pendampingan, kepala kampung dan seluruh kelompok masyarakat di tiga kampung tersebut,”terang Rizal dalam kesempatan itu.
Program itu sendiri sudah berjalan sejak tiga bulan lalu mukai dari tahap fasilitator tingkat kampung, pembentukan kelembagaan hingga perencanaan oleh masyarakat itu sendiri. Bahkan, sampai saat ini pelaksanaan berdasarkan usulan masyarakat dengan bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
“Kami berharap program ini bisa bermanfaat untuk masyarakat dan berkelanjutan,” tukasnya.
Anggota Komisi IV DPR RI, H.Sulaeman L Hamzah mengatakan lewat program yang dilaksankan KLHK bagaimana memanfaatkan lahan gambut sebesar-besarnya untuk kepentingan kemakmuran masyarakat di sana. Namun juga sekaligus menjaga lingkungan agar tidak terjadi kebakaran dan bisa dimnfaatkan untuk kepentingan yang lebih besar.
“Lahan gambut ini dimanfaatkan untuk tanaman seperti buah-buahan, sawit, karet tapi untuk padi tidak bisa, karena gambut sifatnya beda, apalagi di kedalaman lebih dari 1 meter,” jelasnya.
Paling tidak dengan program ini, dipastikan lingkungan tetap terjaga dan tidak ada kerusakan, seperti yang terjadi kebakaran di Sumatra beberapa waktu lalu. Negara tetangga harus terganggu akibat dari asap yang ditimbulkan kebakaran itu.
Bupati Merauke, Romanus Mbraka menyebut lahan gambut yang ada di Merauke masih bisa dikelola dengan baik, sesuai dengan data yang diterima. Untuk itu, peserta diminta untuk mengikuti bimtek dengan baik dan sungguh-sungguh.
“Kelola dengan baik supaya bisa kita gunakan untuk kepentingan anak cucu kita nanti,” pesannya. Orang nomor satu di jajaran Pemda Merauke itu juga menyampaikan apresiasi kepada H.Sulaeman L Hamzah maupun pemerintah pusat yang terus memberikan dukungan SDM di Merauke.[FHS-NAL]
