Manfaatkan Dana Otsus untuk Didik Anak-anak Pengguna Zat Adiktif
Pastor Paroki Salib Suci Gudang Arang, P. Kaitanus Tarong
Merauke, PSP – Pendidikan untuk anak-anak pengguna zat-zat adiktif dengan menggunakan metode pendidikan berpola asrama. Demikian disampaikan Pastor paroki salib suci gudang arang keuskupan agung merauke. Ia juga menyampaikan pemerintah daerah harus manfaatkan dana otonomi khusus untuk betul-betul mendidik dan mendampingi anak-anak pengguna zat-zat adiktif.
Ia juga mengatakan mendidik dan mendampingi anak-anak itu butuh waktu dan proses yang cukup lama untuk merubah perilaku dan pola pikir anak-anak, dan jangan samakan mereka dengan anak-anak yang status hidupnya normal, yang ketika di tuntun langsung memahami, tetapi anak-anak pengguna zat-zat adiktif ini harus betul-betul di rangkul serta di didik dengan hati yang tulus.
“Penggunaan anggaran otonomi khusus, harus diprioritaskan pada keluarga serta anak-anak papua yang terkendala tidak mendapatkan hidup yang layak, kurang pendidikan dan kesehatan. Dan ketersediaan anggaran otonomi khusus inilah yang harus di peruntukan untuk mereka yang betul-betul membutuhkan,” kata P. Kaitanus saat di temui di sela-sela kesibukannya, Kamis (23/12/21).
Sambungnya, untuk menjawab pendidikan bagi anak-anak pengguna zat-zat adiktif ini, tentu harus di asramakan serta membutuhkan waktu minimal 1 tahun untuk benar-benar didampingi dan dididik. JIka dengan waktu yang sangat singkat tidak akan memberikan perubahan serta dampak apapun pada anak tersebut.
“Kami di sini juga memfasilitasi tempat tinggal serta mendidik anak-anak yang benar-benar membutuhkan kehidupan yang baik. Ada dua tempat tinggal yakni di pantai karuasi itu rumah bina santo yakobus dan rumah bina santa bergita, proses ini pendampingan sedang berjalan dengan baik hingga saat ini, dan proses pendampingan ini sudah di lakukan sejak lama,” tuturnya.
Harapannya, pemerintah daerah harus memanfaatkan otonomi khusus untuk memprioritaskan masyarakat dan anak-anak yang memang betul-betul membutuhkan perhatian khusus, karena jika kita tidak memberikan sentuhan berupa pemikiran dan material, kehidupan mereka akan begitu-begitu saja. [RADE-NAL]
