SMP Muhammadiyah Merauke Terapkan Pembelajaran Bergilir
Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Merauke, Suwarno, S.Pd, M.Pd
Merauke, PSP – Sekolah Menegah Pertama (SMP) Muhammadiyah Merauke terapkan pembejaran sacara bergilir pada penilaian akhir semester. Penerapan pembelajaran ini juga dilakukan dengan mengacu pada intruksi pemerintah daerah serta dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat baik pada siswa maupun guru.
Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Merauke Suwarno, S.Pd, M.Pd menyampaikan, untuk penerapan pembelajaran secara bergilir kami lakukan dalam 1 hari 3 kali pertemuan yakni mulai dari kelas 7 sampai 9, namun untuk jam istirahat sendiri tidak di perbolehkan disekolah, sehingga ketika usai proses pembelajaran siswa langsung di arahkan untuk pulang kerumahnya, karena kami juga mengikuti imbauan dari pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
“Pada penerapan pembelajaran secara bergir ini kami di SMP muhammadiyah merauke sedang melakukan penilaian akhir semester, dalam penilaian akhir semester ini tentu ada beberapa inovasi dan kreativitas teman-teman guru di sekolah yang berupaya mempersiapkan penilaian akhir semester dengan baik, sehingga walapun kami berada pada situasi pandemi Covid-19, tetap semua proses penilaian akhir semester bisa berjalan dengan maksimal,” ungkap Suwarno saat di temui di ruang kerja, Selasa (30/11/21).
Dia juga menanggapi, untuk proses pembelajaran secara daring, SMP muhammadiyah telah terapkan dengan inovasi-inovasi pembuatan video pembelajaran, dengan tujuan agar memudahkan siswa dalam mempelajari materi-materi yang disediakan oleh guru melalui video pembelajaran, sehingga siswa dapat mempelajari kapanpun, dimanapun dan tanpa di batasi waktu. “Hanya saja proses pembelajaran secara daring ini kurang maksimal, karena kurangnya partipasi orang tua wali murid pada anaknya, sehingga akan mengurangi semangat belajar pada siswa. Oleh karena itu pihak sekolah berupaya untuk kemudian melakukan pembelajaran secara tatap muka full di sekolah, dan memang penerapan proses pembelajaran secara tatap muka full sangat makisimal dan sangat-sangat dibutuhkan sekali oleh siswa,” tutupnya.[RADE-NAL]
