Miras Hingga Aliran Sesat Jadi Isu Penting Dalam Raker MUI Merauke

0
Raker MUI Kabupaten Merauke (2)

Raker MUI Kabupaten Merauke. Foto: PSP/WEND

Merauke, PSP – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Merauke tenggah melaksanakan Rapat Kerja (Raker) Daerah sejak Jumat (19/11) hingga Minggu (21/11) di Kampus STIT YAMRA Merauke. Dalam raker ini, persoalan minuman keras sampai dengan aliran-aliran sesat menjadi perhatian penting yang akan dibahas secara seksama.

Wakil Ketua MUI Merauke, Jufri Thamrin mengatakan bahwa isu lain yang juga akan dibahas adalah terkait lembaga pendidikan yang memaksakan siswanya untuk tidak menggunakan seragam berbau agama.

“Kalau kita melihat laporan-laporan dari beberapa distrik, memang ada rencana program kerja kedepan yang sangat prioritas. Diantaranya adalah aliran-aliran yang dianggap sesat, itu yang mau kita prioritaskan. Kemudian terkait adanya laporan miras, apalagi dengan kejadian-kejadian kemarin. Kemudian, ada juga satu sekolah yang menggunakan atribut keagamaan, seperti ada anak SD yang menggunakan Jilbab disekolah, sampai ke pelarangan,” terangnya di Kampus STIT Yamra Merauke, Jumat (19/11).

Selanjutnya, terkait dengan miras. Jufri mengemukakan bahwa hasil dari keputusan raker akan disodorkan kepada Bupati Merauke sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan terkait dengan miras.

“Memang kita ada penekanan, tapi disana harus dari Pemda ini diperdakan, ini yang jadi masalah. Apakah bisa diketemukan atau bagaimana. Yang jelas usulan kita, hal seperti itu harus diselesaikan dengan baik,” tambahnya.

Setidak-tidaknya, apabila Pemerintah Daerah dengan segala petimbangannya tidak bisa menuntaskan persoalan miras, ia berharap ada pembatasan secara ketat pada satu momentum tertentu.  

“Mungkin tidak bisa dituntaskan secara totalitas karena akan keluar dari perdanya. Maka boleh mungkin dengan menjelang natal dan tahun baru ini bisa dikondisikan. Artinya, kalau kita tidak raih secara keseluruhan, jangan kita tinggalkan seluruhnya,” pungkasnya. [WEND-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *