Hampir Sebulan Merauke Langka Premium

0
BBM Habis

Ilustrasi

Merauke, PSP – Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium mengalami kelangkaan di sejumlah SPBU di kabupaten Merauke. Terkait itu Kepala Dinas Energi Sumberdaya Mineral Wilayah Merauke, Mappi, Boven Digoel, Asmat Roni Manuputi menegaskan bahwa seyogianya kouta BBM Jenis premium di SPBU masih tersedia.

Ia menegaskan bahwa saat ini pemerintah tidak sedang melakukan pembatasan jumlah kuota BBM jenis Premium di seluruh penyalur resmi.  “Waktu saya di Merauke, sebenarnyaa kuota premium masih ada, walaupun saya belum melakukan konfirmasi secara lengkap dengan kepala Pertamina yang baru,” terangnya melalui sambungan telepon, Senin (18/10).

Terkait tidak tersedianya BBM jenis premium dihampir seluruh SPBU di Merauke, Roni belum bisa memastikan penyebabnya apa.   “Jadi kelangkaannya ini belum bisa dipastikan apakah  karena benar-benar sudah habis atau karena transportasi, istilahnya karena pengantaran dari kapal tangker ke Merauke,” tambahnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa apabila ditemukan adanya penyalahgunaan penyaluran BBM bersubsidi, maka sudah jelas ada saksi hukum yang bisa dikenakan. “Kalau kedapatan ada kesalahan penyaluran, pasti penyalurnya kena sanksi. Tapi status kegiatanya masuk delik pidana. Karena menyalahgunakan peruntukan dari subsidi ke industri,” ucapnya.

Rony juga mengemukakan bahwa berdasarkan peraturan yang ada, tidak dibenarkan membeli BBM bersubsidi dengan menggunakan jerigen atau drum di SPBU.

“Kalau mereka menggunakan drum, musti kita ketahui, apakah yang mereka beli premium atau pertalite. Kalau pertalite sebenarnya tidak jadi masalah. Kalau premium berarti salah peruntukan. Itu nanti akan kena peringatan APMS atau SPBUnya,” pungkasnya.

Dari tinjauan lapangan yang dilakukan Papua Selatan Pos di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) jalan Parako, sejak 1 bulan lebih BBM jenis premium belum didatangkan. Sehingga untuk saat ini belum ada penyediaan BBM jenis premium yang tersedia di SPBU jalan Parako.

Karyawan SPBU Jalan Parako Surya saat ditemui menyampaikan, di akhir bulan September hingga bulan Oktober belum ada penyediaan BBM jenis primium yang tersedia, sehingga kami masih tetap menunggu, dan jika nanti didatangkan kami akan tetap berikan kepada konsumen sesuai dengan standar penggunaan, karena BBM jenis premium adalah subsidi bagi masyarakat yang memiliki ekonomi lemah.

“Untuk standar penggunaan BBM jenis premium yang digunakan oleh konsumen telah dibagi sesuai dengan kebutuhan baik kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat. Pengisian BBM jenis premium kami jamin tidak ada konsumen yang melakukan pengisian BBM secara berulang-ulang,” ujar Petugas SPBU saat ditemui disela-sela kesibukannya, Senin (18/10/21).

Sambungnya, BBM jenis premium ini sangat langka dikalangan konsumen, sehingga jika penyediaan BBM jenis premium  disediakan, pengisiannya itu tidak sampai 1 hari sudah habis baik untuk kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat. Namun untuk bulan Oktoberi ini belum ada penyedian BBM jenis premium, dan kami juga belum mengetahui kapan penyediaannya.

“Untuk saat ini penyediaan BBM yang tersedia di SPBU Jalan Parako hanya BBM jenis pertamax dan pertalite, untuk memenuhi kebutuhan dalam melakukan mobilitas perjalanan konsumen lebih dominan menggunakan BBM jenis pertalite. Hal ini tidak menuntut kemungkinan karena jumlah harga pertalite sangat terjangkau sesuai dengan kemampuan konsumen,” pungkas. [WEND/CR1-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *