Menhub Janji Bantu Pasarkan Beras Merauke
Menhub Budi Karya Saat Meninjau Langsung Pelabuhan Yos Sudarso Merauke. Foto: PSP/WEND
Merauke, PSP – Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi meminta kepada pemerintah Kabupaten Merauke untuk meningkatkan kualitas beras Merauke. Sejalan dengan itu, Menhub mengaku akan membatu memasarkan beras keseluruh daerah melalui Tol Laut.
“Saya mengharapkan pak bupati konsern dengan produk beras. Produk ini menjadi semakin baik, sehingga menjadi sentra pangan di Indonesia bagian timur,” terangnyaa kepada awak Media, di Stadion Katalpal, Sabtu (25/9/2021).
Menhub Budi menjelaskan bahwa Merauke merupakan daerah yang sangat strategis untuk menjadi kabupaten pergerakan bagi kabupaten-kabupaten lain disekitarnya.
“Saya menyampaikan bangga dengan Merauke. Merauke surplus beras, kita sudah mengirim ke NTT, Timika, bahkan ke Jayapura. Oleh karenanya, kementerian Perhubungan menambahkan satu kapal, yang dari Merauke, Timika dan Jayapura, dan satu lagi yang keliling NTT, dan sekali-kali ke Merauke,” tambahnya.

Merespon Menhub Budi, Bupati Kabupaten Merauke, Romanus Mbaraka sangat mengapresiasi atas komitmen pemerintah pusat untuk mewujudkan akses dan konektifitas Papua dengan wilayah lain lebih mudah dan murah.
“Terima kasih, tol laut sudah membantu kita semua, teman-teman di Pegubin (Pegununggan Bintang). Alhamdulillah, barang-barang bisa langsung ke Pegubin. Dua kapal dari Kementerian, ASDP yang kelola, saat ini juga sudah berjalan dengan baik,” terangnya dalam kesempatan yang sama.
Sementara itu, terkait kondisi surplus beras, Romanus mengaku saat ini sedang berupaya melakukan peningkatan kualitas produksi beras. Hal ini dilakukan agar beras Merauke menjadi daya tarik bagi daerah lain, atau bahkan mancanegara. “Khusus untuk beras, kita lagi kejar untuk memenuhi syarat internasional market. Sekarang kita masih medium, tapi dengan penangganan pasca panen, mulai dari draying (pengeringan), sampai dengan packaging (pengemasan), mudah-mudahan sebelum Desember kita sudah memenuhi syarat internasional market,” pungkasnya. [WEND-NAL]
