7 Desember 2021

Papua Selatan Pos

Berita harian pagi Papua Selatan Pos

Tingkatkan Kenyamanan, Pemda Tertibkan Pedagang di Luar Pasar Wamanggu

PSP, Merauke – Berdasarkan surat Perintah Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Merauke Nomor 970/1632 tertanggal 15 September 2021, guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat terhadap akses masuk ke wilayah pasar wamanggu dan juga untuk menertibkan arus lalu lintas serta meningkatkan potensi penerimaan daerah, Pemerintah Kabupaten Merauke melalui Badan Pendapatan Daerah akan menertibkan pedagang di luar area Pasar Wamanggu.

Di dalam surat tersebut, salah satu poin penertiban yaitu  para pedagang yang menggunakan kendaraan roda empat yang berjualan di jalan paulus nafi untuk sementara pindah ke depan toko anugerah dari pukul 04.00 WIT sampai 07.00 WIT.

“Pertamakan itu arus lalu lintas, kemudian yang kedua, sudah sulit mendapatkan lahan parkir. Ketiga, kita menjelang PON ada kesenjangan sosial yang terlihat, kita punya saudara-saudara yang punya kemampuan jualan di mobil, sementara saudara-saudara kita yang lain kan jualan di bawah,” kata Kepala Bapenda Merauke, Majinur melalui sambungan telepon, Selasa (21/9/2021).

Selain persoalan kondusifitas aktifitas jual beli, Majinur menjelaskan seluruh pedangan yang berjualan diluar pasar tidak memberikan kontribusi pada retribusi daerah.

“Harusnya mereka masuk didalam, tapi mereka sudah ngak mau masuk. Sudah senang diluar mungkin mudah. Jadi saya bilang untuk sementara pindah dulu, sambil kita cari tempat,” tambahnya.

Majinur menyadari bahwa memang telah terjadi peningkatan jumlah pedangang di pasar Wamanggu. Menurutnya, Merauke sudah seharusnya memiliki pasar induk dengan ukuran yang lebih luas, bersih dan tertib.

“Itu terminal antar kota dengan pasar sebenarnya kan adanya di Simpang Blorep. Seharunya pasar induk disitu. Karena saat itu, hasil surveinya begitu. Karena juga Kebutuhan Merauke sudah tidak bisa ditampung seperti Pasar Wamanggu.  Pasar Wamanggu sebenarnyakan pasar semi modern,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu pedagang yang berjualan  menggunakan roda empat di areal parkir Pasar wamanggu, Yono mengatakan ia bersedia mengikuti arahan dari pemerintah untuk tidak berjualan di luar Pasar Wamanggu. Tetapi, ia bersama pedagang yang lain dipindahkan ke tempat yang lain tetapi masih di areal perkotaan.

“ Saya ikuti aturan pemerintah, tapi tolonglah pindahkan kami ke tempat yang masih berada di Kota,” kata Yono saat ditemui disela-sela kesibukannya berjualan.

Ia mengakui selama empat tahun berjualan di luar Pasar Wamanggu pendapatannya lumayan. Kalau nanti dilarang berjualan dirinya khawatir tidak lagi mendapatkan pendapatan untuk menghidupan keluarganya.

“ Saya coba pindah ke pasar sore tetap dilarang juga, karena ada PON. Jadi saya bingung, saya harus berjualan dimana,” ujarnya. (WEND/NAL-LRM)

error: Content is protected !!