Ini Penjelasan Pengurus Wushu Papua dan KONI Merauke, Soal Atlet Dijemput Truk
Konferensi pers Koni Merauke terkait penjemputan atlet menggunakan truk TNI. Foto: PSP/WEND
Merauke, PSP – Pengurus Wushu Provinsi Papua dan Koni Merauke angkat bicara soal pernyataan ketua wushu Cabang Merauke, Simon Balagize yang mengaku kecewa, karena atlet wushu Papua yang tiba di Merauke dijemput menggunakan truk TNI. Berbeda dengan penjemputan atlet wushu asal Maluku yang disambut penuh kehangatan dengan tari-tarian adat Maluku dan selanjutnya diangkut menggunakan BUS.
Ketua Harian KONI Merauke, sekaligus ketua harian Sub PB PON Merauke, Eleanor Dwikenedy Dumatubun dalam keterangan persnya menerangkan bahwa memang semua kewenangan atlet Papua yang datang ke Merauke, sepenuhnya ada di Koni Provinsi Papua.
“Berkaitan dengan kedatangan atlet wushu Papua kemarin, kami dari penggurus Koni Kabupaten Merauke, maupun pengurus Sub PB PON Merauke, kami tidak dikasih tahu,” tegasnya di aula KONI Merauke, Selasa (14/9/2021).
Selain itu, Elen menjelaskan bahwa Sub PB PON Merauke melalui bidang Akomodasi akan mulai mengakomodir seluruh kegiatan PON di Merauke mulai tanggal 26 September.
Bahkan, menurutnya, kontingen lain yang datang pada hari yang sama atau sebelum atlet wushu datang, sebagian besar tidak memberikan informasi waktu kedatangan dan Sub PB PON Merauke juga tidak melakukan penjemputan.
“Atlet pertama yang datang ke Merauke adalah atlet bola kaki putri, untuk Sub BP PON kita tidak diberitahu, dan kita tidak menjemput. Yang kedua, atlet bermotor, itupun kita tidak diberi tahu dan kita tidak menjemput. Tetapi, setelah mereka datang, mereka koordinasi dengan kita, ada hal-hal yang kurang, kita backup. Contohnya untuk trasportasi bus yang sementara temen-temen sepak bola putri dengan bermotor, mereka pakai untuk latihan,” ujarnya.
Namun demikian, sebelum tanggal itu, ia menjelaskan bahwa pihaknya tetap akan memfasilitasi kontingen luar Papua yang datang asalkan memberikan informasi kepada Sub PB PON Merauke.
“Pada prinsipnya, kami siap mendukung semua, apalagi ini atlet Papua. Kalaupun kita dikasih tahu, kita pasti akan menjemput, karena itu sudah menjadi tanggungjawab kita bersama,” tambahnya.
Selain itu, Sekretaris Pengurus Wushu Provinsi Papua, Syamuddin menjelaskan bahwa penjemputan atlet menggunakan truk TNI merupakan hal yang sudah biasa dilakukan.
“Pemusatan latihan sudah sekitar 2 tahun, dibawah Kodam 17 Cendrawasih. Ketua Koslat Prov adalah bapak Kasdam. Pergerakaan semua atlet, logistik, minuman, itu hampir semua menggunakan kendaraan truk TNI. Begitu pula pergerakan kami ke Merauke kemarin menggunakan truk TNI. Masih banyak cabor lain yang bergerak menggunakan truk TNI,” terangnya ditempat yang sama kemarin.
Selain itu, Syamudin berharap seyogianya persoalan semacam ini tidak dibesar-besarkan. Pasalnya, ini sangat menganggu psikologi para atlet sebelum bertanding. “Atlet-atlet kami sudah biasa dengan itu, sangat biasa. Kami didik dia dengan cara militan. Kami sudah siap untuk turun bertanding. Kami mengharapkan pihak-pihak terkait jangan ada yang buat pernyataan, khususnya yang membuat psikologi atlet kami menjadi terganggu,” pungkasnya.
[WEND-NAL]
