Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Boven Digoel Gandeng LPPSP Sosialisasi Kesamaan Gender

0
Pelaksanaan sosialisasi kebijakan pengarusutamaan Gender yang dilaksanakan dinas pemberdayaan perempuan

Pelaksanaan sosialisasi kebijakan pengarusutamaan Gender yang dilaksanakan dinas pemberdayaan perempuan. Foto: PSP/VER

Tanah Merah, PSP – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Boven Digoel gandeng Lembaga Pengembangan dan Pengkajian Sumber Daya Pembangunan LPPSP Semarang lakukan kegiatan sosialisasi kebijakan pelaksanaan Pengarusutamaan Gender termasuk perencanaan dan penganggaran Responsif tahun 2021, yang berlangsung di Gereja Betel Tanah Merah, berlangsung selama tiga hari.

Sekertaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak Kabupaten Boven Digoel Agustina Muskura, S.ip saat ditemui mengatakan kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka meningkatkan kedudukan peran dan kualitas perempuan serta upaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam kehidupan berkeluarga bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Serta meningkatkan pengetahuan dari masing-masing perencanaan di lingkup pemerintah Kabupaten Boven digoel khususnya perencanaan anggaran yang berbasis Analisis yang responsif gender.

Dikatakan Agustina, kegiatan tersebut melibatkan seluruh OPD termasuk OPD terkait Dengan maksud untuk melaksanakan pengarustamaan gender guna terselenggaranya perencanaan penyusunan dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi atas kebijakan dan program pembangunan nasional sesuai dengan bidang tugas dan fungsi serta kewenangan masing-masing OPD.

Agustina menambahkan dengan terselenggaranya kegiatan tersebut diharapkan dapat memahami dan menambah wawasan yang luas, serta kedepan dapat bekerja sama dengan dinas pemberdayaan Perempuan dalam hal memberdayakan kaum perempuan dan anak. “Proses pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan dengan matode pemberian materi, Diskusi, tanya jawab dan praktek bagaimana cara kita memahami dengan kesetaraan Gender, yang mengakomodasi kebutuhan dan pemasaran perempuan dan laki-laki untuk menjamin agar perempuan dan laki-laki mendapat akses partisipasi kontrol dan manfaat yang sama dalam pembangunan jadi kita tidak ada perbedaan lagi, antara perempuan dan laki-laki, yang sering dibilang  berdiri sama tinggi duduk sama rendah.”pungkasnya saat ditemui usai kegiatan di Gereja Betel tanah Merah kemarin.

[VER-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *