Berawal dari Hobi, Pengrajin Noken Peroleh Belasan Juta Rupiah Tiap Bulan
Pelatihan Rajutan UMKM A3RAJUT . Foto: PSP/CR1
Merauke, PSP – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) A3rajut mampu memproduksi berbagai macam jenis rajutan noken. Ternyata hasil rajutan noken ini merupakan hasil karya yang berawal dari hobi yang menjadi sumber pendapatan.
Pemilik UMKM A3rajut Sumarni Kaize menyampaikan, untuk UMKM A3rajut noken sendiri sudah berjalan selama kurang lebih 2 tahun lebih yakni dari tahun 2019 sampai sekarang tahun 2021, dalam rajutan noken ini tentu sudah menjadi hobi dalam kehidupan sehari – hari.
“Untuk rajutan noken ini tentu sudah menjadi hobi saya, karena dulu waktu saya masih SD saya sudah melakukan aktivitas rajutan noken ini, sehingga pada saat dewasa saya sudah terbiasa untuk merajut noken dengan model yang berbeda – beda,” ucapnya saat diwawancara lewat via telepon, Minggu (5/9/21)

Ia juga menyampaikan, untuk rajutan noken ini sendiri dibuat untuk dijual dengan harga paling rendah Rp 50.000 dan paling tinggi Rp 1.000.000, rajutan noken yang warna polos tentu dijual murah dan rajutan noken yang memiliki kas wajah sesuai dengan selera konsumen dijual paling mahal.
“Dengan ada UMKM A3rajut ini tentu saya bisa mendapatkan pemasukan perbulan saya dan paling tinggi Rp 12.000.000 per bulan. Dengan pendapatan itu, saya dapat mengadakan pelatihan – pelatihan bagi mahasiswa, siswa dan masyarakat dilingkungan saya,” ucapnya.
Ia juga menambahkan, untuk proses penjualan hasil rajutan noken ini dilakukan secara online, dan penjualan sendiri bukan hanya diwilayah kabupaten merauke saja tetapi, sudah dijual diberbagai daerah diluar Papua karena saat ini UMKM A3rajut juga mempunyai reseller di beberapa wilayah dalam membantu menjualkan produk rajutan noken ini. “Saya berharap kepad ibu – ibu dan Ade – Ade yang ini belajar rajut noken agar bisa bergabung bersama kami, karena rajut noken ini tidak terlalu membuang – buang waktu dan kita kerja dalam rumah saja untuk pendapatannya juga bisa membantu meringankan beban suami dalam keuangan,” pungkas.
[CR1-NAL]
