Pengrajinan Kulit Buaya Mengalami Dampak Pandemi Covid-19
Tempat Usaha Mahkota Buaya. Foto: PSP/CR1
Merauke, PSP – Selama pandemi covid-19, pendapatan pengrajinan kulit buaya anjlok. Akibat pandemi Covid-19, para pengunjung dari luar kota yang membeli pengrajinan kulit buaya sebagai oleh – oleh berkurang.
Pemilik Usaha Mahkota Buaya, Wahyudi menyampaikan, hampir sebagian besar usaha pengrajinan kulit buaya dikabupaten merauke mengalami dampak pendapatan perhari hingga pertahun yang sama dimasa pandemi Covid-19 ini, karena kurangnya pengunjung dari luar kota.
“Usaha pengrajinan kulit buaya dikabupaten merauke ini bisa berjalan apabila penerbangan pesawat tidak ditutup, karena lebih banyak masyarakat yang dari luar kota maupun yang dari dalam kota yang ingin pulang kampung mereka yang biasa membeli pengrajinan kulit buaya untuk dibawah pulang sebagai oleh – oleh,” ucapnya saat diwawancara di tempat usahanya, Selasa (31/8/2021).
Ia juga menyampaikan, dimasa pandemi Covid-19 ini tentu untuk proses penjualan pengrajinan kulit buaya dikabupaten merauke rata – rata semua melakukan penjualan secara online, karena dimasa pandemi Covid-19 ini, kurang pengunjung dari luar kota.
“Sehingga harapan kami hanya ada dipenerbangan saja, dan jika penerbangan di lockdown maka ini akan berpengaruh pada pendapatan usaha pengrajinan kulit buaya kami dikabupaten merauke,” pungkasnya. [CR1-NAL]
