Terduga Teroris di Kos Pelangi Baru Satu Bulan Buka Usaha JPT
Tempat terduga teroris di kos pelangi. Foto: PSP/ERS
Merauke, PSP – Terduga teroris yang ditangkap Densus 88 anti teror di Kos Pelangi Jalan Ternate, beberapa waktu lalu diketahui bergelut di bidang usaha jasa pengangkut barang.
Selain hal ini dibenarkan para tetangga terduga, di dinding rumah bagian luar yang ditempati terduga juga tampak terpajang sebuah pamflet bertuliskan CV. Cahaya Sulawesi yang bergerak dibidang Jasa Pengangkut Transportasi (JPT) baik darat, laut dan udara.
“Dia ada usaha cargo, kirim – kirim barang, itu juga baru, paling baru sebulan ini,” ujar Utami salah seorang tetangga terduga saat dijumpai kemarin.
Kata Utami, sebelum ditangkap juga, terduga sempat mendatangkan freezer dan tak lama kemudian frezeer tersebut dibawa keluar kembali. Ia menyebut bahwa suami dan istri dalam rumah itu teramat rajin pergi beribadah. “Kalau ibadahnya mereka rajin, setiap hari malah. Anaknya juga tidak disekolahkan, kalau saya tanya kenapa nggak sekolah si anak mengaku ibu suruh hanya mengaji saja, Orangnya baik, ya karena nggak mau bikin ribut juga,” kata Utami.
Utami juga mengaku, bahwa setiap kali keluar rumah si pria selalu membawa tas ransel yang tidak diketahui isinya. Utami mengaku tidak kaget atas penangkapan terduga, sebab setahun yang lalu ada pihak yang sudah mengintai rumah tersebut.
“Kurang lebih 3 tahun mereka udah tinggal, kalau kaget nggak juga sih, karena ada intel teman suamiku sudah pantau rumah itu, tapi kami diam – diam saja,” kata Utami.
Dikatakan bahwa, teman dari terduga sudah mengembalikan kunci rumah dan berjanji akan mengosongkan rumah tersebut. “Tadi kuncinya udah diserahkan ke saya, karena saya penanggung jawab disini, katanya akan mengosongkan rumahnya beberapa hari kedepan,” pungkasnya. Sementara tetangga yang lain, mengaku bahwa sejak penangkapan sampai kemarin lampu luar dari rumah tersebut masih menyala bila malam hari tiba. [ERS-NAL]
