Jadi Sasaran Bom, Uskup Mandagi Percaya Lindungan Tuhan
Mgr. Canisius Mandagi MSC.
Merauke, PSP – Uskup Agung Merauke Canisius Mandagi,MSC menjadi sasaran para terduga teroris yang ditangkap Densus 88 diback up oleh Anggota Polres Merauke. Namun, tidak segampang mengedipkan mata, dua kali pencobaan pembunuhan terhadap dirinya dan dua kali pula para terduga teroris batal melakukan aksinya.
Uskup Mandagi saat dijumpai di rumah keuskupan kemarin, kepada awak media sempat menceritakan kronologis sejak dua kali pencobaan pembunuhan sesuai dengan laporan dari pihak kepolisian. Yang pertama, kata Uskup, pencobaan pembunuhan dilakukan pada tanggal 1 Januari 2021 saat tiba di Merauke untuk menjadi Uskup Agung Merauke.
“Rupanya mereka sudah tahu saya akan datang. Jadi sebelum saya tiba di rumah keuskupan ada seseorang (teroris) datang disini membawa ransel dan bertemu dengan Pastor John Kandam yang berpura – pura mencari tempat kos, tetapi sesuai dengan apa yang disampaikan Kapolres bahwa dia ingin meledakkan bom disini tapi karena saya tidak ada, dan syukur lah saat itu dari lapangan terbang saya tidak langsung kesini, tapi saya langsung ke Buti,” kata Uskup Mandagi.
Kemudian pencobaan pembunuhan kedua terjadi pada tanggal 30 Mei 2021 di gereja Katedral, namun saat itu kebetulan Uskup Mandagi sedang berada di Kepi. Dan kemudian sore hari nya terduga teroris itu diciduk pihak Densus 88.
Dua kali pencobaan pembunuhan dengan menggunakan bom itu harus gagal, Uskup Mandagi yang memiliki jabatan penting di lingkungan perkatolikan sangat percaya penyertaan Tuhan terjadi atas dirinya.
“Saya orang beriman saya bukan kafir, saya percaya lindungan Tuhan siapa lebih kuat setan atau Tuhan, setan yang mempengaruhi para teroris atau Tuhan. Saya percaya kepada Tuhan.,” ujar Uskup Mandagi. Namun, bukan berarti demikian Uskup Mandagi tidak waspada terhadap sekelilingnya.
“Bukan berarti saya tidak waspada. Dan saya sangka dimana saja kita harus hati – hati baik di rumah harus ada penjagaan dan harus selektif dengan orang yang datang, polisi pun sekarang sudah menjaga keuskupan. Bahkan sekarang di Ambon sudah ada penjagaan, tapi syukur semua tidak terjadi apa – apa ditempat lain terjadi apa baru siaga,” tutur Uskup Mandagi.
Uskup katakan, bahwa Tuhan senantiasa melindungi tanah Papua dan Merauke karena Dia mencintanya. “Disini Tuhan sebenarnya mencintai Merauke dan Papua, karena apa kalau terjadi ledakan pasti terjadi kerusuhan. Dan saya minta kepada saudara umat muslim, jangan takut kita saling mendukung karena yang berbuat itu hanya mengatasnamakan orang muslim tetapi sebenarnya bukan,” kata Uskup. Ditambahnya, Uskup juga sudah menulis mengenai kronologis kejadian kepada kardinal. [ERS-NAL]
