Dugaan Ilmu Hitam Peristiwa Berdarah Di Lapas Tidak Benar

0
Para WBP di Lapas Kelas II B Merauke sedang dibina kerohaniannya pasca peristiwa keributan beberapa waktu lalu (3)

Para WBP di Lapas Kelas II B Merauke sedang dibina kerohaniannya pasca peristiwa keributan beberapa waktu lalu. Foto: PSP/ERS

Merauke, PSP – Tidak benar peristiwa kerecokan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Merauke yang mengakibatkan 2 warga binaan meregang nyawa akibat ilmu hitam dari para pelaku. Hal itu sebagaimana disampaikan Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Lapas Kelas II B Merauke Bekti Utomo,S,Sos kemarin melalui sambungan telefonnya.

“Kalau dugaan penggunaan ilmu hitam sudah kami selesaikan , bahwa semua dugaan ilmu hitam itu tidak benar adanya,” tegas Bekti.

Menurut dia, kurangnya pembinaan kerohanian terhadap warga binaan ditengah pandemi Covid-19.

“Jadi ini boleh dikatakan terjadi kekosongan rohani , ya karena mungkin pandemi ada pembatasan, kalau dulu orang masuk untuk pelayanan ibadah pagi siang sore, karena itu juga kan mempengaruhi secara psikologis kerohanian wbp,” tuturnya.

Dikatakan Bekti, pasca peristiwa itu pihak Lapas sudah melakukan berbagai evaluasi melalui kegiatan – kegiatan positif.

“Sudah dilakukan kegiatan pengendalian pemulihan pasca peristiwa. Seperti kegiatan sweping, pengarahan penguatan rohani , koordinasi dengan jajaran TNI-Polri untuk meningkatkan titik sambang. Anggota polres juga sudah terus berjaga sejak 3 malam terakhir.

Secara keseluruhan di dalam sudah kondusif,” katanya.

Ia menyebutkan, saat ini warga binaan berjumlah 332 orang. “Awalnya 324 meninggal 2 orang. Yang diproses pihak kepolisian jumlah 21 orang , tapi tidak sampai nginap di polres, kami belum dapat informasi berapa tersangka dari pihak penyidik,” pungkasnya. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *