DLH Tidak Buka Jalur Baru Untuk Retribusi Sampah

1
Sampah di pasar mopah baru

Sampah di pasar mopah baru. Foto: PSP/ERS

Merauke, PSP – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Merauke Ir. Harmini,M.Si mengatakan, saat ini dinas melakukan penyetopan terhadap jalur baru terkait pelayanan retrubis sampah rumah tangga.

Hal ini dikarenakan, kemampauan pemerintah dalam hal melayani semua penduduk dari segi armada belum cukup memadai.

Harmini menyebutkan, bahwa jumlah sampah di Merauke setiap saat memang meningkat. Keadaan ini akibat dari penduduk yang kian bertambah.

“Sudah pasti selalu mengalami peningkatan karena jumlah penduduk memang kian bertambah.

Apalagi hari raya besar begini sampah pasti meningkat,” kata Harmini diruang kerjanya kemarin.

Ir. Harmini,M.Si

Secara angka, kata dia, khusus di pasar menghasillan sampah 5 ton perhari. Sementara di TPA 40 sampai 45 ton perhari.

“Yang di TPA itu sampah hasil dari para pelanggan, belum dihitung sampah yang bukan pelanggan,” katanya.

Menurutnya, dihitung setiap orang di Merauke mampu menghasilkan sampah perharinya sebanyak 1 kilogram.

“Kalau dilihat dari indikator, masyarakat Merauke masih terbilang membuang sampah sembarangan. Hitung saja, 25 ribu KK di Merauke, baru 8 ribuan lebih yang menggunakan retribusi. Nah, kalaupun semuanya rumah tangga retribusi, pemerintah tidak sanggup karena berkaitan dengan kendaraan yang dibutuhkan. Makanya sekarang kan dilakukan penyetopan artinya tidak membuka jalur baru kecuali kanan kiri sudah berlangganan,” tutur Harmini.

Menurutnya sangsi tetap ada bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

“Untuk sangsi memang tetap ada kalau ketangkap,” ujar Harmini. Ia mengajak, agar setiap masyarakat sebaiknya membuang sampah tidak sembarangan demi kenyamanan lingkungan di wilayah Merauke. [ERS-NAL]

1 thought on “DLH Tidak Buka Jalur Baru Untuk Retribusi Sampah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *