BPJS Kesehatan Evaluasi Penerapan e-Claim di FKTP se-Kabupaten Merauke
Merauke, Jamkesnews – Pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) merupakan salah satu kunci dari efektivitas pembiayaan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Dibutuhkan penguatan FKTP demi menjaga kualitas layanan untuk peserta JKN-KIS. Untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan di Kabupaten Merauke, BPJS Kesehatan Cabang Merauke menggelar kegiatan monitoring evaluasi, kepatuhan serta implementasi e-Claim FKTP se-Kabupaten Merauke, Kamis (08/04).
Kegiatan yang dihadiri sebanyak 43 perwakilan dari masing-masing FKTP tersebut berlangsung dengan baik dengan tetap mengedepankan protokoler kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Merauke, Arlin Lulun Bara menyampaikan apresiasi atas semangat FKTP membangun kemitraan dengan BPJS Kesehatan yang telah terjalin baik selama penyelenggaraan Program JKN-KIS. Dalam kesempatan tersebut, Arlin juga menyampaikan evaluasi capaian, tingkat kepatuhan dan implementasi e-Claim FKTP.
“FKTP merupakan gatekeeper dalam penyelenggaraan Program JKN-KIS, sistem pelayanan yang baik tentunya tidak terlepas dari peran FKTP. Beberapa hal yang dapat kami tekankan dalam pertemuan tersebut yakni kepatuhan pengentrian pelayanan yang dilakukan oleh petugas entry Primary Care (P-Care). Berdasarkan hasil monitoring evaluasi masih terdapat beberapa FKTP yang belum patuh meng-entry pelayanan secara realtime dan kami juga menyampaikan agar petugas entry P-Care bisa berkoordinasi dengan dokter penanggung jawab pasien terkait pemilihan pasien Time, Age, Complication, Comorbidity (TACC),” ucapnya.
Dalam kesempatan, Arlin pun menekankan pentingnya pemenuhan indikator kepatuhan FKTP. Indikator penilaian tingkat kepatuhan FKTP dilihat dari aspek kendali biaya dan aspek kendali mutu. Dari aspek kendali biaya, pemenuhan Surat Ijin Praktik (SIP) dokter umum dan dokter gigi menjadi sangat penting, pengelolaan Program Rujuk Balik (PRB) serta beberapa hal lainnya sedangkan dari aspek kendali mutu, FKTP diharapkan dapat memenuhi nilai minimal kredensialing/rekredensialing karena hal tersebut akan mempengaruhi mutu pelayanan, tingkat kepuasan peserta dan menjadi salah satu indikator Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK).
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Seksi Bidang Yankes Dinas Kesehatan Merauke, Susana Kuayo menyampaikan bahwa upaya pemenuhan tenaga medis di FKTP harus dilakukan agar mutu pelayanan kesehatan dapat ditingkatkan.
“Kegiatan monitoring dan evaluasi FKTP seperti ini mampu membuka wawasan kami terkait pelayanan kesehatan yang telah diberikan kepada peserta JKN-KIS. Masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan dan yang sudah baik tentunya dapat dipertahankan. Terkait dengan pemenuhan tenaga medis khususnya dokter gigi, Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan Merauke telah melakukan berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis tersebut. Beberapa FKTP sudah ada yang terisi dan sampai saat ini upaya tersebut masih kami lanjutkan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada lagi FKTP yang memiliki dokter gigi agar rujukan peserta JKN-KIS ke rumah sakit bisa berkurang,” ucapnya. (TR/ar)
