Program PLB untuk Harga Pertalite Setara Premium
Merauke, PSP – PT Pertamina (PERSERO) baru saja meluncurkan Program Langit Biru (PLB). Dimana program PLB merupakan yang kedua setelah tahun sebelumnya dilakukan di wilayah Indonesi bagian Barat.
“Program PLB ini sejak tahun kemarin sudah dilakukan di daerah Indonesia Barat kemudian tahun ini akan menyasar Indonesia Tengah dan Timur,” kata Unit Manager Communication & CSR Pertamina Regional Papua Maluku, Edi Mangun di balik selulernya, Kamis (25/3).
Dijelaskan Edi, Program PLB merupakan Program Pemerintah untuk mengendalikan pencemaran udara terutama yang bersumber dari kendaraan dengan tujuan meningkatkan kualitas udara bersih dengan mengurangi emisi gas buang melalui edukasi dan mengajak masyarakat merasakan pengalaman manfaat menggunakan BBM berkualitas dan ramah lingkungan.
“Lrogram ini lebih kepada mengedukasi para pengendara untuk kemudian bisa beralih menggunakan BBM yang ramah lingkungan, karena semakin kesini kita dihadapkan dengan masalah lingkungan seperti polusi udara itulah yang menjadi tujuan program ini. Disamping itu juga kita ingin mengedukasi masyarakat bahwa dengan menggunakan BBM yang memiliki oktan yang lebih tinggi, itu juga memberikan kehandalan usia mesin,” jelasnya.
Untuk PLB tahun ini, lanjut Edi, Pertamina menawarkan BBM jenis Pertalite dengan harga setara Premium yaitu Rp. 6.450. Namun tidak semua pengendara yang bisa menikmati promo tersebut, hanya kendaraan Roda 2, Roda 3, Kendaraan angkutan umum dan taksi plat kuning.
“Kami sekarang memulai dengan memberikan diskon BBM Jenis Pertalite seharga Premium. Jadi harga Pertalite kita turunkan Rp. 1.400 sehingga sama seperti harga Premium yaitu Rp. 6.450. Yang menjadi sasarannya adalah kendaraan roda 2, roda 3, dan kendaraan roda empat berupa Angkutan Umum serta Taksi plat kuning,” lanjutnya.
Edi sampaikan Program PLB ini berlaku hanya 2 bulan sambil menunggu arahan selanjutnya dari pusat. Untuk wilayah Papua, Program PLB tersebut baru dilaksanakan di Kota Jayapura, sedangkan untuk kota/kabupaten lainnya masih menunggu arahan dari pusat.
“Program ini untuk tahap awal akan berjalan 2 bulan, kemudian akan dievaluasi lagi apakah kemudian berlanjut kita masih tunggu arahan dari Jakarta. Untuk wilayah Papua kita mulai hanya di Kota Jayapura, kemudian Papua Barat di Manokwari, dan untuk di Maluku itu di Ambon. Untuk wilayah lain itu kami masih menunggu arahan dari kantor pusat. Sampai saat ini kami hanya diberikan arahan untuk kemudian melakukannya di ibu kota Provinsi,” pungkasnya.[JON-NAL]
