Bank Sampah Mandiri, Ubah Sampah Jadi Rupiah
Merauke,PSP – Setelah diresmikan pada tahun 2020 lalu, Bank Sampah Mandiri Kelurahan Mandala menunjukan perkembangan yang luar biasa. Bank Sampah Mandiri yang terletak di jalan Prajurit itu, hadir untuk mewujudkan kawasan bebas sampah dan juga sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.
Kepala Kelurahan Mandala, sekaligus Pembina dan Penggagas Bank Sampah Mandiri, Junaedi mengatakan selain untuk mewujudkan kawasan bebas sampah, Bank Sampah Mandiri juga memberikan keuntungan bagi masyarakat yang mengumpulkan sampah-sampah yang bisa didaur ulang. Masyarakat bisa menjual sampah yang masih bisa dimanfaatkan atau didaur ulang, sehingga sampah tersebut memiliki nilai ekonomis.
“ Perkembanganya cukup bagus. Untuk pemahaman masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan dan sampah tersebut jadi nilai ekonomis dan ditabung di bank sampah. Selain itu, dari sampah tersebut teman-teman yang tergabung di dalamnya bisa mendaur ulang, sehingga ada hasil karya yang bisa dipasarkan,” kata Junaedi melalui pesan whatsappnya, Rabu,3/2/2021.
Ketua Bank Sampah Mandiri, Indahyati mengatakan Bank sampah mandiri sudah berjalan dari tahun 2019 dan baru di resmikan pada tahun 2020 bulan maret kemarin. Bank Sampah Mandiri hadir untuk memanfaatkan sampah yang masih bisa dimanfaatkan.
“ Barang sampah yang masih bisa dikelola dan dimanfaatkan seperti jerigen, karton, botol oli, ember pecah, kursi yang sudah rusak dan meja yang sudah tidak di pake Bank sampah menerima. Barang-barang ini akan dicacah dan ada pengepul yang bekerja sama dengan Bank sampah,” ujarnya saat ditemui papua selatan pos di kediamanya, Rabu (3/2/2021).
Lanjut Indahyati, saat ini mereka punya kendala yaitu belum mempunyai tranportasi pengangkut Bank sampah. Tetapi, seiring berjalannya waktu mereka dipinjami mobil pengangkut dari BLH sehingga mereka bisa melakukan aktifitas social dengan transportasi yang ada.
Indah yati menjelaskan untuk Bank sampah hampir sama dengan menabung uang di Bank, cuma kalau di Bank ibaratnya kita bawa uang untuk ditabung tapi di Bank sampah mereka bawa barang untuk bisa ditabung menjadi uang.
Indah Yati menerangkan ada perbedaan harga beli di Bank Sampah, jika kita beli barang dan kita bayar tunai harga menjadi lebih murah. Dan jika kita beli dan uangnya ditabung maka harganya lebih tinggi.
“ Contohnya harga karton, jika kita bayar tunai harga karton tersebut Rp. 300/ kg tetapi jika uangnya ditabung di Bank Sampah maka harganya berbeda menjadi Rp. 500/kg,” ujar perempuan berdarah jawa ini.
Indah Yati menambahkan karyawan yang saat ini bekerja ada sekitar tujuh orang dan ada beberapa orang yang membantu mereka. Untuk saat ini, Bank Sampah Mandiri ini satu-satunya yang ada di merauke, dengan nasabah mencapai sekitar 40 nasabah. Ia juga bersyukur di bulan januari ini, mereka sudah mulai menabung dan sudah mulai berjalan baik. “ Untuk saat ini kami akan mulai bersosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat , karena ada masyarakat yang sadar akan lingkungan dan ada juga yang belum mengerti Bank sampah itu seperti apa dan tetap mereka memberikan ilmu kepada mereka,”Pungkasnya.[CR27-NAL]
