Viral Belasan Warga Mendapat Kekerasan di Polres Merauke, Ini kata Kapolres

0
AKBP Untung Sangaji

Ir.AKBP Untung Sangaji, M.Hum

Merauke, PSP –  Beredar postingan di media sosial, yang menyebut ada 14 warga mendapat kekerasan di Polres Merauke. Bahkan dalam postingan itu juga memperlihatkan tiga warga yang mengalami luka di bagian punggung.

Atas postingan tersebut, Kapolres Merauke, AKBP Ir. Untung Sangaji,M.Hum, angkat bicara. Kepada wartawan, Kapolres menyebut sebelumnya pihaknya sudah mendatangai dan mengingatkan sekelompok warga itu untuk  tidak berbuat tindakan makar. Di sana, petugas mendapati buku dan dokumen yang bertolak belakang dengan NKRI.

Petugas sudah mengingatkan untuk tidak berbuat lagi yang disebut dengan makar dengan membuat coretan-coretan yang tidak pantas.  Sebab, hal itu sudah melawan Indonesia secara umum. Dari sabang sampai Merauke orang tidak suka namanya makar, sebab Indonesia sudah baik. Namun, masih saja membandel dan membuat coretan-coretan yang lebih besar lagi. Hingga membuat petugas di lapangan marah.

“Ya marah, anak buah saya yang di lapangan itu. Kalau, tiba-tiba badan mereka kena rotan, jangan marah, kenapa mereka kurang ajar. Sudah dikasih tahu, jangan bikin rusuh lagi. Di sini sudah damai,” tegas Kapolres, kemarin.

Jika perbuatan mereka dilakukan di di Timur Tengah, pastinya sudah dipancung. Begitu pula bila dilakukan di Singapura atau Malaysia, sanksinya digantung. Hanya saja di Republik Indonesia ini, hanya sebatas peringatan dengan harapan bisa berubah. Setiap  tahun ini terjadi. Tindakan yang diambil oleh kepolisian sebagai pelajaran bagi mereka.

Warga yang diamankan di Mapolres itu sendiri, sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan perbautan makar dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. Bila mereka belum bisa berubah, akan diberi pelajaran yang lebih gila lagi.

“Kita tidak mau di Merauke atau sudut mana pun di Indonesia ini melakukan makar, membuat bendera selain merah putih. Saya datang kesini untuk memerah putihkan yang  belum merah putih,” sambungnya.

Sebelumnya, lanjut Kapolres, sudah terjadi pembunuhan TNI, Polri dan masyarakat tanpa berdosa di satu tempat oleh kelompok yang disebut OPM, KKB, yang tujuannya ingin merdeka. Kapolres menambahkan, saat ini, ia sedang membangun supaya  masyarakat  bisa hidup keren dari hal-hal yang sederhana dengan membuat kolaborasi seni. Hanya saja, di sisi lain, ada pihak-pihak yang melakukan tindakan makar. “Apakah saya harus diam? gak bisa,” pungkasnya.[FHS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *