Peduli Kebersihan di Tanah Merah, Koperasi Nenem Turun Jalan Bersihkan Sampah
Sampah yang dipungut anggota koperasi nenem. Foto: PSP/VER
Tanah Merah, PSP – Guna menjaga kebersihan lingkungan di seputaran Kota Tanah Merah Koperasi Nenem yang beranggota 30 Orang yang mayoritas Masyarakat asli Papua turun ke jalan membersihkan sampah di sepanjang jalan trans papua maupun di dalam ibu kota Tanah Merah.
Koordinator Lapangan Koperasi Nenem, Damasius Kakerop mengatakan aksi kepedulian koperasih Nenem turun jalan untuk membersihkan sampah di kota tanah merah, dilakukan secara sukarela dan sebagai ucapan terima kasih kepada pemerintah daerah yang selama ini telah memberikan perhatian penuh kepada Koperasi Nenenm.
Menurut Damasius, turun jalan pembersihan sampah merupakan salah satu Program Kerja Koperasi Nenem yakni Gerakan Boven Digoel bersih, selain simpan pinjam dalam meningkatkan ekonomi masyarakat kabupaten Boven Digoel.
“Jadi pekerjaan yang kita lakukan ini adalah sukarela tanpa ada paksaan, dan ini sudah berjalan mulai dari Bulan Oktober lalu. Awalnya kita lakukan di Kantor Bupati, namun karena masih banyak sampah di sepanjang jalan trans papua, maka sesuai dengan program maka kita lakukan pembersihan,” kata Damasius saat ditemui di tengah kesibukannya, kemarin.
Damasius melanjutkan, terkait aksi turun jalan pembersihan sampah direspon masyarakat sangat positif dan mendukung program kami, salah satunya pejabat daerah Ketua DPRD Boven Digoel, yang mana turun langsung di lapangan dan ikut mengambil sampah, itu menunjukan suatu dukungan yang luar biasa.
Saat disinggung terkait dengan sampah plastik daur ulang, kata Damasius, pihak koperasi belum menuju ke arah sana. Namun berbagai koordinasi dengan dinas lingkungan hidup dan dinas Koperindag sudah dilakukan guna kedepan dapat mengakomodir alat daur sampah plastik. Namun yang pada intinya adalah pembersihan lingkungan yang harus diutamakan. “Jadi ini langkah awal kita, kita sudah berpikir ke arah sana, dan kita sudah koordinasi dengan OPD Teknis terkait, dengan harapan alat daur ulang ini bisah diakomodir karena kita lihat banyak sampah plastic, namun saat ini kita hanya kumpulkan dan bakar,” ujarnya. [VER-NAL]
