SMP YPK Kembali Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka Bergilir Terbatas

0
Markus Tipawael, S. Pd

Markus Tipawael, S. Pd

Merauke, PSP – Setelah melakukan rapat dengan orangtua murid, komite sekolah dan pihak sekolah, akhirnya SMP YPK Merauke kembali melakukan pembelajaran tatap muka bergilir terbatas.

“ Sesuai dengan kesepakatan antara orang tua murid kelas 7,8 dan 9, komite sekolah dan pihak sekolah bahwa sistem pembelajaran dilaksanakan dengan tatap muka bergilir terbatas,” kata kepala sekolah SMP YPK Merauke, Markus Tipawael, S.pd saat ditemui di ruang kerjanya kemarin, (2/11).

Markus menuturkan, proses pembelajaran tatap muka bergilir terbatas mulai dilakukan kembali pada 2 November ini.

“ Pembelajaran tatap muka bergilir terbatas mulai dilakukan hari ini yaitu tanggal 2 November, dengan diperkirakan di bulan November ini hanya 8 kali tatap muka, setelah itu di awal Desember kita sudah masuk dalam penilaian akhir,” tuturnya.

Markus menjelaskan, proses pembelajaran tatap muka bergilir terbatas tetap menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditentukan dan juga telah mendapatkan ijin dari orang tua murid.

“ Protokol kesehatan yang disiapkan oleh sekolah yang pertama kami wajibkan anak menggunakan masker, yang berikut adalah fasilitas untuk tampat cuci tangan sudah kami siapkan dan yang ketiga yaitu setiap ruangan hanya terdapat 16 murid maka kami lakukan jaga jarak. Kami menyampaikan kepada orang tua bahwa untuk memberikan surat izin kepada anak-anak untuk dapat diijinkan mengikuti pembelajaran tatap muka bergilir terbatas,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, banyak orang tua yang mengijinkan anaknya untuk mengikuti pembelajaran tatap muka bergilir terbatas dengan alasan orang tua tidak punya banyak waktu untuk membimbing anaknya dalam mengikuti pembelajaran dair rumah. Selain itu, dengan adanya opsi pembelajaran tatap muka bergilir terbatas murid juga lebih paham dengan materi pembelajaran yang dijelaskan oleh guru. “ Dengan sistem pembelajaran di rumah, orang tua harus membimbing siswa untu 10 mata pelajaran dan orang tua juga memiliki waktu yang terbatas, selain itu interaksi guru dan murid itu hubungan psikologis-nya lebih baik sehingga anak juga bisa mengerti penjelasan guru,” pungkasnya.[CR22-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *