Capaian Penyerapan Anggaran Tol Laut di Pelabuhan Masih 30 Persen

0
Audiensi Pelayanan Angkutan Publik dan Monitoring Evaluasi Sistem Pelayaran dan Ketahanan Pangan pada Transportasi Laut di Kabupaten Merauke di Swiss-Bell Hotel kemarin.

Audiensi Pelayanan Angkutan Publik dan Monitoring Evaluasi Sistem Pelayaran dan Ketahanan Pangan pada Transportasi Laut di Kabupaten Merauke di Swiss-Bell Hotel kemarin.Foto: PSP/ERS

Merauke, PSP – Capaian penyerapan anggaran tol laut di Pelabuhan Merauke hingga mau tutup buku tahun ini baru mencapai diangka 30 persen. Pencapaian ini dinilai belum maksimal oleh Kementrian Perhubungan yang harusnya sudah diangka 60 persen.

Hal itu disampaikan Staf Khusus Mentri Perhubungan Republik Indonesia Mayjen TNI (Purn), Buyung Lalana pada Audiensi Pelayanan Angkutan Publik dan Monitoring Evaluasi Sistem Pelayaran dan Ketahanan Pangan pada Transportasi Laut di Kabupaten Merauke di Swiss-Bell Hotel, kemarin.

Staf Khusus menyampaikan, bahwa kegiatan perhubungan laut di Merauke perlu ditingkatkan pada program kegiatan ditahun 2020.

“Saya mendapatkan data, bahwa kegiatan perhubungan laut di Kabupaten Merauke itu perlu ditingkatkan pada kegiatan tahun 2020. Bahwa data menunjukkan daya serap penggunaan anggaran belum optimal. Apalagi sekarang sudah mau tutup tahun. Angka – angka yang saya peroleh itu masih perlu ditingkatkan. Saya meminta kepada pengguna kegiatan ini, untuk memicu harus lebih giat lagi. Seperti tol laut juga perintis, harus lebih giat lagi. Bagaimana negara mendistribusikan logistik dan 9 bahan pokok di wilayah selatan ini terlaksana padahal kita operator. Saya rasa kita paham semua bagaimana tugas masing – masing diperdayakan,” tutur dia.

Mengenai proses penyerapan, kata dia, saat ini baru mencapai 30 persen lewat tengah tahun, sementara akhir tahun sudah mulai akan ditutup.

“Pogres tol laut belum maksimal. Perintis tidak capai target, karena ini terkait dengan daya serap. Karena di tiap tahun anggaran itu ada biaya yang dialokasikan ini belum maksimal. Capaiannya masih 30 persen. Harusnya sudah mencapai 60 persen.

Saya cuma mengingatkan tertib administrasi,” tegas Buyung Lalana. Terungkap pula dalam rapat koordinasi itu, pagu anggaran untuk KSOP sebagai otoritas pelabuhan mencapai Rp. 50 Milliar yang dilaksanakan oleh 2 operator yakni Luas Line dan Citra Baru Adi Nusantara. Dan yang terbesar pelaksanaan ada pada pelayanan perintis. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *