19 Juni 2024

Air PDAM Sering Tidak Mengalir, Katrina: Ada ganguan teknis

0

Katrina Raper, S.Sos, M.Si

Merauke, PSP – Sering Tidak Mengalirnya air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) atau yang kini berganti nama menjadi Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Jereukom beberapa pekan ini disebabkan oleh adanya pipa yang bocor di beberapa titik. Selain itu gangguan juga  disebabkan adanya perbaikan got di sepanjang jalan raya mandala.

Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Jereukom Merauke, Katrina Raper, S.Sos, M.Si menyebutkan beberapa titik yang menjadi persoalan. Seperti ganguan pada transmisi di Rawa Biru.

“Penyebabnya jaringan pipa transmisi dari rawa biru ke stasiun Wasur. Disitu ada 3 kali pipa kami putus dan sudah diperbaiki. Dan terakhir kemaren di area bandara. Jadi hal ini yang menyebabkan stasiun pompa air di Rawa Biru, dan di pompa Muli sebagai stasiun pembagi, mengalami kekurangan air,” ungkap Katrina kepada Papua Selatan Pos, di ruang kerjanya, Selasa (28/7/2020).

Selain ganguan pada transmisi di Rawa Biru, Imbuh Katrina, titik lain yang sering terjadi masalah adalah pada saluran pembagi di daerah seringgu yang mengakibatkan tidak mengalirnya air di beberapa titik di Merauke.

“Ada juga saluran pembagi air yang diseringgu ada yang rusak ringan. Sehingga menyebabkan pengaliran air di Natuna, Nusa Barong, Tidore, Perumahan Kaliweda, dan Lampu Satu Indah, mengalami ganguan pengaliran. Penyebab lainnya juga di area Jalan Raya Mandala, khusunya di gang kelinci 1 dan 2, kami mengalami kendala dengan adanya pembuatan-pembuatan dreinase. Sehingga banyak juga pipa-pipa kami banyak yang kena alat berat. Untuk memperbaiki itu juga kami agak ksulitan dan harus mematikan pompa juga. Ketika pompa mati, untuk menetralisir kembali itu membutuhkan waktu paling tidak satu bulan. Karena ketika kita mematikan pompa, terjadilah kekosongan pipa di dalamnya,” terangnya.

Ia menuturkan, bahwa sering bocornya pipa dipengaruhi oleh usia pipa yang sudah cukup tua. Sedangkan pihaknya memiliki keterbatasan dari sisi investasi untuk melakukan perbaikan dan pengantian pipa. “Memang pipa-pipa yang ada di kota Merauke, dan pipa yang ada di transmisi di Rawa Biru belum bisa kami rehabilitasi karena keterbatasan infestasi. Ini juga yang mengangu pelayanan kami. Karena rata-rata usia pipa kami sudah diatas 30 tahun,” ujarnya. [WEND-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *