19 Mei 2024

Bawaslu Papua Apresiasi Pelaksanaan Pemilu Di Merauke 2019 Lalu

0

Sosialisasi Penindakan Pelanggaran Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2020 di Swiss-Bell Hotel. Foto: PSP/ERS

Merauke, PSP –  Badan Pengawas Pemilu Provinsi Papua menilai pelaksanaan pemilu tahun 2019 lalu di Kabupaten Merauke sangat berhasil. Baik dari segi partisipasi pemilih maupun mengenai pengawasan terhadap pemilu itu sendiri.

Hal itu sedianya harus menjadi kekuatan dalam pelaksanaan Pilkada tahun 2020 kali ini. Yang mana, secara umum ada 11 Kabupaten/Kota yang akan melaksanakan Pilkada salah satunya Kabupaten Merauke.

“Kami Bawaslu Papua menilai pelaksanaan pemilu cukup berhasil, sangat berhasil. Walaupun ada beberapa catatan, tetapi terkait dengan partisipasi maupun tentang pengawasan sangat berhasil,” sebut Ketua Bawaslu Provinsi Papua Metusalak Infandi,SH dalam kegiatan pembukaan Sosialisasi Penanganan Pelanggaran Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2020, di Swiss-Bell Hotel, Senin (20/7).

Menurut dia, jumlah partisipasi penilih di Merauke sesuai data di KPU Merauke naik mencapai 80 persen.

” Partisipasi pemilih di Merauke mencapai 80 persen ini angka yang sangat fantastis. Tentunya ini menjawab keraguan pada waktu pemilu 2019 bahwa banyak keraguan mengingat pemilu 2019 ada sejarah dalam kepemiluan Indonesia dimana pelaksanaanya serentak secara nasional. Tetapi keraguan itu terjawab dengan angka partisipasi diangka 80 persen,” tutur Metusalak.

Dia menambahkan, sekarang ada 6 kabupaten yang saat ini sedang melakukan verifikasi faktual. Diantaranya Keerom, Pegunungan Bintang, Asmat, Nabire, Boven Digoel, Supiori, dan Waropen.

Dikatakan,  ada 3 aspek penting pengawasan Pilkada oleh Bawaslu untuk sedianya harus dijalankan sesuai peraturan berlaku. Diantaranya, Bawaslu memastikan pilkada harus berjalan sesuai asas pemilu, tentang pentingnya pendidikan pemilu ke masyarakat pemilih kemudian peran Bawaslu mendorong partisipasi pemilih dalam rangka pemenuhan hak konstituional. “Secara langsung, umum, bebas rahasia, jujur dan adil. Walaupun teori ini terkadang tahap terakhirnya kita juga masih banyak melangkahi,” tambah Metusalak.[ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *