Setelah Dianiaya Rekan Kerjanya, Pria Ini Menghembuskan Nafas Terakhir
Petugas dari Polsek Muting mendatangi lokasi penganiayaan berujung maut, kemarin. Foto: PSP/FHS
Merauke, PSP – Seorang pekerja di perkebunan sawit di Kabupaten Merauke menganiaya rekan kerjanya menggunakan sebilah balok, Minggu (20/12), sekira pukul 01.00 Wit. Akibatnya, rekan kerjanya itu mengalami luka robek dan harus dijahit di bagian kepalanya. Beberapa jam mendapat penanganan medis, ia pun menghadap sang khalik..
Kapolres Merauke melalui Kapolsek Muting, Ipda Hamado, yang dikonfirmasi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Kini, kasus tersebut sudah dalam penanganan pihaknya. Sementara korban, sudah dibawa ke Puskesmas untuk mendapat penanganan medis, atas luka yang dideritanya.
“Kasus ini ini dipicu, saat pelaku melihat korban yang merupakan tetangganya meramas buah dada anaknya. Tidak terima, pelaku pun marah hingga berbentut perkelahian,” terang Kapolsek, kemarin.
Mengenai kronologisnya, Kapolsek menerangkan, sebelumnya terlapor yang bertugas sebagai keamanan melakukan pengecekan keliling untuk mengecek situasi. Sekitar pukul 01.00 wit, pulang ke rumah saudaranya yang berhadapan dengan rumah kroban. Ketika itu, terlapor keluar rumah melihat anaknya duduk di pangkuan korban. Namun, ia tidak menghiraukannya. Setelah yang ke dua kalinya, pelaku melihat korban meramas bagian dada anaknya. Pelaku pun marah hingga terjadi perkelahian antara keduanya. Disulut amarah, terlapor mengambil balok lalu memukul bagian kepala korban hingga terluka dan tak sadarkan diri. Melihat kejadian itu, warga sekitar datang untuk menolong korban dan membawanya ke Puskesmas terdekat. Setelah mendapat penanganan medis, sekira pukul 09.30 wit, korban pun dinyatakan meninggal dunia.[FHS-NAL]
