Hotel, Tempat Isolasi Pasien Covid-19 Dijaga Anggota Brimob
Tampak para pasien sedang berada di Hotel Tempat Karantina. Foto: PSP/ERS
Nevile : Ada warga disitu melapor pasien berkeliaran
Merauke, PSP – Dua orang anggota Brimob ditugaskan menjaga pasien reaktif yang di isolasi di Hotel Akad, Jumat (18/12). Terlihat, anggota Brimob itu siap siaga memantau para pasien yang di isolasi di hotel itu.
Dari kejauhan, terpantau para pasien berada di halaman hotel sedang berbincang – bincang satu dengan yang lain dan tampak menjaga jarak dan menggunakan masker. Sesekali mereka terlihat menggerak – gerakkan tubuh seolah berolahraga.
Sebelumnya, Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Merauke dr. Nevile R. Muskita, melalui pesan singkatnya yang beredar kemarin, mengatakan mendapat laporan dari warga Jalan Prajurit bahwa pasien yang di isolasi di sana berkeliaran pergi ke kios – kios untuk berbelanja.
“Mohon kerjasama kita semua karena barusan saya di telpon warga sekitar hotel Akad yang mulai gerah karen pasien-pasien yang di isolasi disana keluar-keluar ke kios dan warung di Jalan Parako,” tulis Nevile.
Kepada wartawan, Nevile mengatakan satgas yang tergabung dalam pemberantasan Covid-19 merupakan semua pihak yang didalamnya juga termasuk pihak aparat. “Karena ini lingkupnya pihak keamanan makanya saya koordinasikan ketingkat satgas melalui pesan itu, agar tugas anggota lain yang membidangi keamanan bisa menindaklanjuti itu. Karena memang tadi pagi saya ditelpon warga disitu. Selama ini memang ada yang berjaga disitu, hanya saja karena ada Pilkada dan ada kejadian di Boven Digoel dan mereka ditarik untuk BKO. Tapi Wadanyon sudah siapkan petugas disana,” tutur Nevile.
Sementara itu, menurut penuturan penjaga hotel yang enggan menyebutkan namanya, mengatakan semenjak ada pasien yang di isolasi disitu, pihak hotel yang membantu apabila pasien membutuhkan sesuatu untuk dibelikan ke warung.
“Kalau mereka mau belanja ke kios, kami yang belikan, mereka cuku meletakkan uang di meja ini, kami yang ke kios,” kata penjaga hotel itu. “Ada sekitar 30 orang, mereka pasien reaktif, kami juga diperintahkan memantau mereka,” katanya. [ERS-NAL]
