Satu Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Disertai Komorbid

0
WhatsApp Image 2020-07-01 at 15.20.41

dr. Nevile R. Muskita

Merauke, PSP – Satu orang pasien Covid-19 di Kabupaten Merauke meninggal dunia, Jumat (18/12).

Laki – laki berusia 54 tahun tersebut, dipastikan meninggal akibat serangan Corona Virus Disaese (Covid-19) pada pukul 05.50 Wit kemarin pagi.

Bersangkutan di hari yang sama juga langsung di makam kan di TPU Tanah Miring.

“Iya, didiagnosa meninggal karena Covid-19,” ujar Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Merauke dr. Nevile R. Muskita kepada awak media di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dihari yang sama.

Dilanjutkan, bersangkutan masuk dan di rawat di ICU RSUD Merauke sejak tanggal 7 Desember 2020 lalu dalam keadaan sakit berat.

“Waktu masuk ke rumah sakit kondisi bersangkutan memang sakit berat, dalam keadaan sesak. Sehingga memang memerlukan penanganan intensif,” kata Nevile.

Diterangkan, bahwa bersangkutan mengidap penyakit penyerta (Komorbid) yakni diabetes.

“Bersangkutan memiliki komorbid yaitu diabetes,sehingga dia di diagnosa meninggal karena Covid,” ujar Nevile.

Sebelumnya, kata Nevile, tim medis menyatakan bersangkutan terpapar Covid-19 dikarenakan kontak erat dari salah satu keluarganya yang sempat melakukan perjalanan ke luar daerah.

“Teridentifikasi, ada salah satu keluarganya pelaku perjalanan dan kami duga dia terinfeksi dari situ, sementara ini istri bersangkutan yang meninggal dunia, ditambah dua anggota keluarganya juga dirawat dan dinyatakan positif,” kata Nevile.

Dikatakan, kasus kematian pasien Covid-19 merupakan menjadi yang pertama sepanjang Covid-19 masuk ke wilayah Merauke bulan Maret 2020 lalu.

“Kami menghimbau masyarakat tetap waspada, mematuhi 3M itu, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” pesa Nevile.

Selain itu, kata Nevile, masyarakat tidak menganggap remeh dengan Covid-19.

“Jangan anggap remeh, apalagi menganggap hoax,” tutur dia.

Terkait pesan yang tengah viral di media sosial, Nevile mengatakan, pesan tersebut bukan untuk meresahkan masyarakat.

“Saya fikir keterbukaan informasi itu perlu ya, bukan untuk meresahkan masyarakat, saya share itu ke teman – teman semua,” ujar dia. Dihari yang sama juga, jumlah orang yang terkonfirmasi Covid-19 pun bertambah sebanyak 13 orang dengan total jumlah 57 orang. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *