KPU RI : 85 Persen Kita Sudah Siap Melaksanakan Pilkada
Komisioner KPU RI,Ketua KPU Provinsi Papua, bersama 11 KPU lainnya melihat secara langsung simulasi pemungutan dan penghitungan suara dan aplikasi SIREKAP di Distrik Tanah Miring, Sabtu (21/11). Foto: PSP/FHS
Merauke, PSP – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia turun langsung ke Kabupaten Merauke , Provinsi Papua. Kunjungan komisioner KPU RI tersebut dalam rangka memantau langsung kesiapan pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Merauke.
Dalam kunjungan tersebut, Komisioner KPU Republik Indonesia, Ilham Saputra menyebut secara keseluruhan, kesiapan dari KPU untuk pelaksanaan Pilkada yang akan berlangsung 9 Desember 2020 sudah siap.
Pada prinsipnya, kesiapan pihaknya selaku penyelanggara sudah 85 persen. Hal itu pula ditandai dengan pencetakan logistik, perekrutan KPPS hingga persiapan lainnya.
“Simulasi yang dilaksanakan hari ini, termasuk tanda kesiapan kita,” terang Ilham, saat menghadiri simulasi pemungutan dan penghitungan suara serta penggunaan aplikasi SIREKAP (Sistim informasi rekapitulasi elektronik) di tingkat TPS untuk 11 kabupaten/kota Provinsi Papua dalam Pemilihan serentak tahun 2020 di Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Sabtu (21/11).
Simulasi yang digelar secara serentak tersebut, sambung dia bagian dari memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang akan memberikan hak suaranya. Dengan demikian, mereka tahu, ternyata protokol kesehatan covid-19, diterapkan di tempat pemungutan suara (TPS). Mulai dari menjaga jarak, pengecekan suhu badan oleh petugas, wajib memakai masker dan mencuci tangan, di tempat yang sudah disediakan. Petugas juga memakai alat pelindung diri (APD) lainnya.
“Semua harus taat protokol kesehatan. Kalau suhu tubuhnya diatas 37 derajat celsius lebih, kita bawa ke TPS khusus,” ujarnya.
Ilham menyebut, simulasi tersebut juga bagian dari upaya agar masyarakat aman dan nyaman, saat memberikan hak pilihanya. Kemudian, untuk meningkatkan partisipasi pemilih. “Covid-19 bisa dihindari, jika selalu patuh dan disiplin,” tambahnya. Simulasi tersebut disetting langsung, seolah-olah sudah seperti hari H (pencoblosan,red), yang dimulai sejak pukul 07.00 Wit hingga pukul 13.00 wit. Pemilih yang sudah mendapat undangan (C6), akan mencoblos mulai pukul 07.00 Wit hingga pukul 12.00 Wit. Bagi pemilih yang hanya menggunakan KTP elektronik, memberikan hak pilihnya mulai pukul 12.00 Wit, hingga pukul 13.00 Wit. Masyarakat yang melakukan pencobolan juga, langsung dari pemilih yang terdaftar di TPS tersebut dan selalu menerapkan prokes covid-19.[FHS-NAL]
