Formula Jitu HEBAT untuk Sejahterakan Petani Merauke
Heribertus Silvinus Silubun,SH
Merauke, PSP – Pasangan Hebat, Heribertus Silvinus Silubun,SH dan Bambang Setiadji Suji yang sudah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadi Calon Bupati dan Wakil Bupati untuk Pilkada Merauke 2020, tidak memandang sebelah mata menyikapi persoalan penumpukan beras di Merauke.
Penumpukan beras yang tidak terserap memaksa para petani turun ke jalan menyampaikan kegelisahan mereka beberapa waktu lalu.
Ternyata, unjuk rasa yang menjadi puncak kekesalan para petani belakangan ini sudah di prediksi sekitar 15 tahun lalu oleh pasangan yang diusung partai PDI-P, Hanura dan PPP ini.
“Apa yang terjadi hari ini sudah saya duga sejak 15 tahun lalu. Ketika kita sepakat untuk menjadikan Merauke menjadi lumbung pangan nasional itu adalah komitmen yang luar biasa. Tetapi apa yang dibutuhkan untuk mempersiapkan Merauke sebagai lumbung pangan sama sekali tidak dilakukan,” ujar Heribertus Silubun saat wawancara eksklusif dengan wartawan Harian Pagi Papua Selatan Pos di Sekretariat PDI-P Merauke baru-baru ini.
Disebutkan Heribertus Silubun, dalam pandangan umum sebagai anggota DPR tahun 2004 hal tersebut juga sudah disampaikan bahwa BUMD khusus mengelola beras perlu dibentuk. Akan tetapi hal itu sama sekali tidak terwujud.
“Itu tidak terwujud baru dua tahun lalu kita punya, itupun masih dalam lingkup luas.
BUMD punya andil penting, harus diingat negara memiliki BUMN untuk mengelola beras yaitu Bulog. Nah, mencontoh itu maka tidak ada salahnya bahwa daerah juga harus punya BUMD yang khusus menangani beras,” tandasnya.
Menurut Calon Bupati dengan nomor urut 2 ini, demo petani beberapa waktu lalu murni ungkapan hati para petani.
“Demo yang terjadi murni ungkapan hati, yang petani tahan sekian lama,” kata dia.
Tidak hanya berbicara, Heribertus sudah menyiapkan formulasi tentang menangani soal pertanian di Merauke terlebih khusus menangani beras – beras.
“Sebagai calon bupati, tentunya solusi ini akan menjadi program yang lebih nyata.
Membangun lobi- lobi politik di DPR dan kami menempatkan salah satu kader terbaik PDIP sebagai Ketua Komisi B yang mana adalah tugas komisi B menangani soal pertanian.
Sebagai ketua partai saya meminta kepada Komisi B untuk melihat solusi yang paling ideal guna mengatasi persoalan beras,” tuturnya
Disebutkan, Membangun kerja sama antar daerah, membangun komunikasi dengan beberapa kabupaten di Maluku.
“Itu sudah kami bangun, kami juga sudah membangun komunikasi dengan beberapa bupati di daerah pegunungan dan prinsipnya mereka senang dengan beras Merauke dan mereka ingin bekerja sama. Maka diperlukan sekarang, bagaimana mematangkan BUMD yang ada, kemudian mendorong pihak swasta untuk berinvestasi. Sementara pemerintah berkewajiban membangun kerja sama antar daerah guna membuka ruang pasar agar tersedia. Begitupun kita harus pastikan stok gudang kita tersedia. Dan harus memiliki ahli yang memahami memastikan kualitas beras kita bagus. Dan kita harus memastikan transportasi lautnya untuk menghantarkan beras ketempat yang dilakukan kerjasama. Ini harus disiapkan. Saya yakin ketika ini disiapkan dan kerja sama itu dilakukan maka beras petani sudah pasti dapat terjual,” ujar Heribertus.
Langkah – langkah itu, tegas Heribertus Silubun, dilakukan ketika menjadi bupati kelak.
” Jadi langkah – langkah itu yang akan kita lakukan. Misalnya nanti kita bisa bekerja sama dengan pemerintah pusat, karena sampai sekarang beras masih di Impor dan kalau kuota impor itu asalnya dari Merauke saya fikir ini akan meringankan petani kita. Saya yakin 100 persen petani sejahtera dengan ini,” ujar Heribertus Silubun. [ERS-NAL]
