Lewat PKM, Dua Dosen Unmus Mengabdi di Kampung Tambat

0
Pengabdian Kepada Masyarakat Dua Dosen Universitas Musamus di Kampung Tambat.

Pengabdian Kepada Masyarakat Dua Dosen Universitas Musamus di Kampung Tambat.Foto: PSP/CR22

Merauke, PSP – Dua orang dosen Universitas Musamus melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Daerah Tambat, Distrik Tanah Miring. Dalam PKM itu, mereka memberikan pelatihan kepada masyarakat mulai 19 Juni 2020 sampai 8 Agustus 2020

Kedua dosen tersebut adalah Etriana Meirista, S.Pd., M.Si (Ketua), dosen jurusan Pendidikan Matematika dan Andri Prasetia, S.P., M.Sc (Anggota) dosen jurusan Agroteknologi.

PKM yang dilakukan kedua dosen tersebut mengangkat judul tentang “PENERAPAN KEARIFAN LOKAL DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN HIDUP DAN PENGETAHUAN MATEMATIKA DI MASYARAKAT ASLI PAPUA”.

Dalam program ini, mereka memberikan materi pembelajaran Matematika kepada anak-anak usia sekolah di Kampung Tambat.

“ Kita berikan pelatihan pengetahuan Matematika kepada anak usia sekolah yang dilakukan di Balai Kampung. Pemberian tes awal anak usia sekolah (anak yang bersekolah dari kelas 1 SD sampai X SMA sederajat), ada 3 materi yang diberikan yaitu Operasi bilangan bulat untuk kegiatan mari berhitung (kelas 1 SD – X SMA sederajat), Kesebangunan dan kekongruenan (kelas 4 SD – X SMA sederajat) dan Sumbu koordinat ( Kelas 4 SD – X SMA sederajat),” ujar Ketua kegiatan, Etriana Meirista, S.Pd., M.Si saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin, (10/9).

Selain itu, mereka juga memberikan pendampingan kepada masyarakat Asli Papua yang berada di Kampung Tambat dalam hal menanam tanaman yang berguna untuk kehidupan sehari-hari.

“ Selain itu juga kami lakukan pendampingan kepada masyarakat Asli Papua untuk bagaimana memanfaatkan halaman rumah untuk ditanami tumbuhan yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari, seperti jenis-jenis bumbu dapur dan bayam serta kangkung. Kami dampingi masyarakat sampai tanamannya siap di panen,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, selama melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, ia beserta temannya juga menyediakan sendiri kebutuhan-kebutuhan dalam terlaksananya program tersebut.

“ Dari kota kami bawa beberapa barang dan bahan yang kami gunakan disana. Untuk pelaksanaan penanaman, kami bawa pupuk organik, bibit sayuran dan bibit bumbu dapur, sedangkan kalau untuk proses pelatihan anak usia sekolah, kami berikan alat tulis yang kami bawa,” terang Etriana.

Etriana melihat, antusias masyarakat Kampung Tambat dalam mengikuti setiap materi pelatihan dan pendampingan yang diberikan sangat tinggi, hal tersebut terlihat dari kesiapan mayarakat dalam mempersiapkan terlaksananya program tersebut.

“ Saya melihat masyarakat sangat antusias untuk mengikuti kegiatan ini, dimana kami dari awal melakukan kegiatan ini, masyarakat sudah berikan tempat untuk kami melakukan pelatihan dan juga masyarakat ikut membantu dengan mengijinkan kami melihat lingkungan sekitar,” tambahnya.

Dengan adanya pelatihan tentang pengetahuan Matematika kepada Anak usia sekolah di Kampung Tambat, diharapkan kemampuan anak semakin bertambah khususnya untuk mata pelajaran Matematika.

“ Siswa dapat dengan mudah mengerjakan permasalahan matematika karena telah memperdalam dan memperkuat kemampuan berhitungnya, dan pengetahuan matematika lainnya dengan belajar menggunakan permasalahan yang ada di sekitar mereka,” ujarnya.

Ia juga berharap, dengan adanya pelatihan dan pendampingan dalam hal bercocok tanam, kedepannya masyarakat Kampung Tambat bisa menerapkan ke kehidupan sehari-hari mereka dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. “ Masyarakat Tambat dapat memanfaatkan dan mengelola halaman rumahnya dengan menanam tanaman bumbu dapur yang dapat bermanfaat sebagai tanaman obat herbal yang dibutuhkan pada saat pandemi covid-19 seperti sekarang ini dan kebutuhan sehari-hari untuk memasak,” pungkasnya.[CR22-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *