Antrian Minyak Tanah, Alfred: Musim Kering agak Ramai Orang Cari, Jadi Kosong
Antrian Pembeli Minyak Tanah. Foto: PSP/WEND
Merauke, PSP – Agen minyak tanah, Alfred menilai bahwa kelangkaan minyak tanah sering kali terjadi karena musiman. Menurutnya, dimusim penghujan, minyak tanah jarang sekali terjadi kelangkaan. Sedangkan pada musim panas, biasanya minyak tanah menjadi langka.
“Memang kita sudah sering melakukan survei, kenapa terjadi kayak gini (langka). Memang minyak tanah ini kadang musim-musiman, kalau musim hujan sepi yang cari, tapi kalau musim kering begini dia agak ramai orang cari, jadi kadang-kadang terjadi kekosongan juga,” katanya kepada wartawan, di Kantornya, Rabu (9/9/2020).
Menurut Alfred, ia setiap harinya selalu melakukan penyaluran kepada beberapa pangkalan disekitar Merauke sampai dengan Kuprik. Namun, ada beberapa pangkalan yang peyalurannya dilakukan 2 sampai 3 kali dalam satu bulan. “Setiap hari kita salurkan. Ada yang 1 ada yang 3 kali pengisian dalam sebulan, tergantung dari rajinnya mereka melakukan pembayaran,” tambahnya.
Meski demikian, menurutnya ia tetap berupaya menyeimbangkan sistem pengiriman minyak tanah disetiap pangkalan. “Tapi kita berusaha untuk terus mengatur ritmenya. Artinya kita kasih surat per pangakalan, agar supaya adil. Mungkin 10 liter per 1 orang, tapi jangan bolak balik, biar rata. Supaya semuanya bisa dapat,” ujarnya. Dibeberapa pangkalan minyak tanah, seringkali pihak pangkalan menaikan harga dengan alasan minyak sedang langka. Namun menurut Alfred, jika ada pangkalan yang didapati menaikan harga minyak tanah, maka ia tak segan-segan memberikan teguran. “Kita akan sanksi administrasi dulu ya, tapi kalau terbukti nakal, dalam usaha ada pemutusan hubungan usaha,” ucapnya. [WEND-NAL]
