Pengurus IMI Merauke Dilantik, Carles Gomar Dimandat Pegang Pataka

0
Koordinator IMI Wilayah Merauke Charles Gomar menerima pataka dari Ketua Harian IMI Provinsi Papua Iqbal Halim.

Koordinator IMI Wilayah Merauke Charles Gomar menerima pataka dari Ketua Harian IMI Provinsi Papua Iqbal Halim.Foto: PSP/DOK

Merauke, PSP – Sabtu, 5 September 2020 pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Merauke untuk periode 2020-2022 dilantik. Ketua Harian IMI Provinsi Papua Iqbal Halim, dimandatkan melantik dan menyerahkan pataka mewakili Yan Mandenas, kepada 18 orang pengurus yang langsung diterima Carles Gomar sebagai Koordinator Wilayah Merauke.

Dalam pelantikan tersebut, tampak dihadiri Wakil Bupati Merauke Sularso,SE, Dandim 1707/ATW Letkol Inf, Eka Ganta Candra serta punggawa – punggawa IMI Provinsi/Kabupaten dan komunitas – komunitas motor yang menyaksikan langsung penyerahan pataka di Hotel Coreinn.

Iqbal Halim dalam sesi wawancara dengan awak media menuturkan, Korwil IMI Merauke terbentuk sejak tahun 2014 dengan masa periode 2 tahun bertugas. Hasil catatan yang dapat diambil dari pengurus sebelumnya, hendaknya dalam keroganisasian bisa mematuhi aturan – aturan yang ada.

“Harapan kami pada pengurus di periode ini, komunikasi yang sudah dibangun sebisa mungkin dipertahankan dan ditingkatkan dan bagaimana bisa mematuhi aturan. Agar bisa mematuhi aturan ditingkat nasional juga,” kata Iqbal.

Dikatakan Iqbal, penunjukan langsung yang dilakukan dalam pengurusan IMI Merauke, sebagai pelaksanaan kepanjangan tangan IMI Provinsi terlebih menjelang PON 2021.

“Sebagai kepanjangan tangan dari Provinsi menjelang menghadapi pagelaran PON yang direncanakan bulan Oktober 2021. Apalagi Merauke ditunjuk sebagai tuan rumah pada cabang olahraga bermotor,” kata Iqbal

Iqbal menyebutkan, untuk saat ini atlit balap motor, khusus IMI Papua ada 8 atlit yang akan dimainkan di PON. Kemudian 8 atlit lainnya di motor cross.

“Sehingga pada saat PON kami akan turun dengan 2 tim, A dan B,” sebut Iqbal.

Ditempat yang sama, Charles Gomar mengemukakan, sedianya akan tetap melaksanakan tugas yang dimandatkan IMI Provinsi. Terlebih khusus dalam perubahan AD/ART terbaru 2020, bahwa pengurus korwil merupakan hak progratif dari pengurus provinsi sehingga pelantikan bisa dilakukan.

Dibalik itu, kata Charles, yang menjadi evaluasi dalam kepengurusan baru ialah tentang keabsahan administrasi para anggota – anggota klub.

“Kami melihat, sudah ada atlit yang main ditingkat nasional. Namun, di sisi tidak didukung dengan adanya keabsahan dari klub yang ada di Merauke, seperti keabsahan dari sisi administrasi, karena mereka memiliki hak mengikuti dan membuat event. Namun belum didukung dengan club terdaftar. Sehingga ini akan diperbaiki,” ucap Charles.

Dimana, kata dia, untuk sementara ini dari Merauke ada 1 orang, yang saat ini sedang bermain di Papua Barat. “Satu itu yang baru muncul ditingkat nasional dan satu orang di motor cross. Maka menjadi penting keseimbangan prestasi dan administrasi. Sebab, kenyataan bahwa atlit yang sekarang hanya fokus di event tanpa melihat administrasi. Contoh mengenai kartu ijin start, kartu ini boleh ada kalau atlit sudah memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA),” ujarnya. Padahal, tambahnya, sudah ada sekitar 80 kartu ijin start yang diterbitkan tetapi tidak boleh diambil oleh atlit karena tidak punya KTA. “Sehingga ini yang akan menjadi catatan. Karena sampai sekarang ada 73 club yang ingin bergabung dan ingin terdaftar,” ujar dia. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *