IPM Boven Digoel diharapkan membawa perubahan di Kabupaten Boven Digoel
Foto bersama usai pembukaan musda Ikatan Perempuan Muyu
Tanah Merah PSP – Ikatan Perempuan Muyu (IPM) Kabupaten Boven Digoel gelar musyawarah Daerah dan pelantikan dewan pengurus ikatan perempuan muyu kabupaten boven digoel periode 2025-2028. Dengan mengusung tema, perempuan asli papua selatan merawat identitas, bersatu untuk perubahan, dan berdaya untuk masa depan. Sementara sub tema dengan semangat musyawarah satu perempuan Muyu bertekad membangun kesadaran hidup serta membangkitkan peran perempuan dalam pembangunan guna melestarikan adat dan budaya.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Bupati Boven Digoel kemarin.
Wakil Bupati Kabupaten Boven Digoel Marlinus saat membuka kegiatan tersebut mengatakan sesuai dengan tema yang diusung pada Musda satu IPM yakni perempuan asli papua selatan merawat identitas, bersatu untuk perubahan, dan berdaya untuk masa depan. tema ini menggambarkan semangat dan tekad perempuan asli papua selatan, khususnya perempuan muyu, untuk tetap menjaga jati diri dan nilai-nilai budaya leluhur.
“Saya percaya ketika perempuan muyu bersatu, maka akan lahir kekuatan sosial yang mampu mendorong perubahan baik dalam keluarga, dalam lingkungan masyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,”pungkasnya.
Menurut Wakil Bupati Marlinus, peran perempuan di masa kini sangatlah krusial dalam pembangunan daerah sebagai ibu rumah tangga, pemimpin komunitas, dan penggerak ekonomi lokal, perempuan memiliki potensi besar yang harus dimanfaatkan. kemandirian ekonomi yang kuat tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga akan berkontribusi pada kemajuan daerah kita. oleh sebab itu, melalui momentum musyawarah daerah ini, ia mengajak seluruh peserta dan anggota organisasi untuk memanfaatkan forum ini dengan sebaik-baiknya, gunakan kesempatan ini untuk melahirkan gagasan-gagasan baru, memperkuat solidaritas antar anggota, dan menyusun rencana kerja yang nyata.
Wakil Bupati juga berharap agar pengurus yang akan dilantik, tidak hanya menjadi simbol, tetapi hadir sebagai penggerak perubahan yang nyata. Mampu berkontribusi dalam pendidikan, ekonomi, sosial, dan pelestarian nilai-nilai adat. Kiranya melalui kebersamaan ini, perempuan papua selatan, khususnya perempuan muyu, semakin percaya diri, mandiri, dan siap berperan aktif dalam setiap aspek pembangunan daerah untuk mengambil posisi sebagai subjek pembangunan, bukan hanya objek penerima manfaat. “Melalui musyawarah ini saya berharap, ikatan perempuan muyu dapat menjadi wadah yang benar-benar memperkuat peran perempuan dalam kehidupan masyarakat boven digoel. semoga perempuan muyu tetap teguh menjaga jati diri dan budaya leluhur, bersatu dalam semangat persaudaraan, serta berdaya dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi keluarga, komunitas, dan daerah,”tutupnya.[VER-NAL]
